Kapolres Pasbar: Penimbun BBM Bisa Dihukum Berat

Pasaman Barat – Polisi Resor (Polres) Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat akan menindak tegas oknum yang melakukan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM). Penimbun BBM bisa dihukum berat dengan pidana 5 tahun penjara.

“Kita akan pidanakan bagi oknum penimbun BBM,” kata Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Sofyan Hidayat melalui Kasat Intelkam, AKP Muzhendra, Minggu (16/11-2014) ketika ditanya covesia.com.

Menurut Muzhendra, polisi saat ini terus melakukan pemantauan terhadap semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjelang rencana kenaikan BBM oleh pemerintah.

Selain itu, pihaknya juga memantau warga yang membeli menggunakan jerigen. Bagi pemilik SPBU jangan coba-coba bermain menjual BBM kepada masyarakat menggunakan jerigen dalam jumlah besar.

Pihak SPBU hanya boleh menjual BBM kepada masyarakat yang ada membawa surat rekomendasi dari instansi terkait.

“Bagi pelaku yang menimbun BBM diancam Undang-Undang Migas nomor 22 tahun 2001 dengan ancaman minimal 5 tahun penjara” tegas Muzhendra.

Memang sampai saat ini pihaknya belum menemukan adanya oknum yang melakukan penimbunan BBM. Walaupun begitu, pihaknya akan tetap mengawasi semua SPBU yang ada menjelang kenaikan BBM.

Diminta kepada masyarakat agar melaporkan jika ada indikasi penimbunan BBM.
Pantauan dilapangan stok BBM pada enam SPBU di Pasaman Barat hingga saat ini masih lancar. Tidak ada antrean kendaraan di SPBU karena distribusi BBM masih lancar. (man/cal)

0 Comments

Leave a Comment

one × four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password