KPK Diminta Buka Rekam Jejak Caketum Golkar

Jakarta
– Politisi muda Partai Golkar, Poempida Hidayatulloh meminta KPK dan PPATK untuk membuka rekam jejak dan integritas semua calon ketua umum, yang akan bertarung dalam Munas Golkar mendatang.
Hal ini ditujukan untuk dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap Partai Golkar ke depan dan juga menunjukkan keseriusan Partai Golkar dalam hal pemberantasan Korupsi.

“Rekam jejak itu dibuka tidah saja kepada kader Golkar, tapi juga publik. Saya mempunyai keyakinan bahwa semua Calon Ketua Umum pun tidak keberatan jika rekam jejak dan integritas mereka dibuka kepada Publik. Karena mereka akan menjadi calon-calon Pemimpin Nasional ke depan,” ujar Poempida kepada covesia.com, Minggu (16/11/2014) di Jakarta.

Mantan anggota komisi IX DPR RI tersebut menjelaskan ditengah polarisasi politik antara Pemerintah dan Parlemen, menempatkan posisi Partai Golkar menjadi suatu Partai yang sangat strategis dan akan menentukan peta politik Nasional ke depan.
“Ini membuat betapa pentingnya Musyawarah Nasional Partai Golkar bagi nasib segenap Bangsa Indonesia ke depan,” kata Poempida.
Sesuai dengan Pernyataan Politik pada Munas VIII partai Golkar Tahun 2009 pada poin ketiga, menyatakan bahwa:
“Partai Golkar menyatakan komitmennya dan secara konsisten mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi secara tegas, adil tanpa pandang bulu, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip supremasi dan kepastian hukum demi terwujudnya dengan segera pemerintahan yang bersih dan efektif.”

Dalam kaitan ini, Partai Golkar dengan tegas menyatakan dukungan politiknya bahwa eksistensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kuat dan independen masih relevan dan dibutuhkan bersama-sama dengan pemberdayaan Kejaksaan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang fungsional dan profesional sebagai penegak hukum, dengan mengacu kepada prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia. (gus/cal)

0 Comments

Leave a Comment

9 + sixteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password