Harga Karet Anjlok, Petani Pasaman Makin Terjepit

Pasaman – Harga karet terus semakin anjlok di Kecamatan Mapattunggul
Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat. Belasan ribu jiwa jumlah penduduk
Mapattunggul mayoritas petani karet kwalahan menghadapi pasar karet. Sampai saat ini harga karet sudah turun menjadi Rp 5 ribu sampai Rp6 ribu perkilogram. Harga ini dikwatirkan akan terus turun. “Kita sudah semakin terjepit, dengan kondisi harga karet sekarang ini.
Jangankan untuk biaya pendidikan anak-anak, untuk kebutuhan pokok saja
sudah kwalahan,” kata Buyung warga Pintu Padang, Kecamatan Mapattunggul,
Pasaman ketika ditanya covesia.com Senin (17/11-2014).

Menurut Buyung, bukan hanya harga yang semakin anjlok saja menjadi
persoalan. Sejak dua bulan terakhir petani tidak bisa pergi menggores
karet karena faktor hujan. Curah hujan yang tinggi tidak ada henti-hentinya mengguyur Kabupaten
Pasaman. Sehingga petani tidak bisa lagi melakukan aktifitas.

Harga karet ini sudah berlangsung satu atau dua bulan terakhir. Tidak
ada kenaikan sedikitpun. Isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) ternyata
tidak mempengaruhi akan naiknya harga karet. Dijelaskan Buyung, kalau harga BBM sempat dinaikkan oleh pemerintah
dalam waktu dekat ini, maka jumlah penduduk miskin di Pasaman akan
semakin meningkat. “Dengan kondisi saat ini saja, sudah banyak petani kita yang mengeluh, apalagi terjadinya kenaikan BBM,” ujar Buyung.

Data yang dihimpun covesia.com, tahun 2010 petani karet Pasaman pernah
berjaya dengan harga karet Rp24 ribu perkilogram. Namun tidak bertahan
lama, kembali turun Rp20 ribu perkilogram. Kemudian tahun 2014 turun
menjadi Rp 12 ribu dan sampai akhirnya Rp 5 ribu sampai Rp6 ribu seperti
yang dirasakan petani saat ini. (man/cal)

0 Comments

Leave a Comment

thirteen − 7 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password