Gerilyawan FARC Ditudah Culik Seorang Jenderal di Kolombia

Bogota – Ketegangan dan proses perdamaian di Amerika Latin diprediksi meningkat. Menyusul dikabarkannya, seorang jenderal tentara hilang
pada Minggu (16/11/2014) di kawasan yang dikenal sebagai wilayah kegiatan kelompok
sayap kiri FARC, kata Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos. Peristiwa tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan dalam proses perdamaian di negara Amerika Selatan itu.

Santos memerintahkan Menteri Pertahanan Juan Carlos Pinzon untuk
menuju ke daerah tertutup di Choco, yang merupakan bagian dari kota
Quibdo, guna menyelidiki dugaan “penculikan” terhadap Brigjen Ruben
Alzate. “Kami menginginkan para penangkapnya (semua isyarat
mengarah ke FARC) agar segera membebaskannya dengan aman,” kata Santos
melalui Twitter, sebagaimana dilaporkan AFP dikutip Antara.

FARC, yang dibentuk pada 1964, kini
memiliki sekitar 8.000 pejuang dan merupakan kelompok gerilya terbesar
di Amerika Latin serta merupakan kelompok yang terlama melancarkan
konflik bersenjata.

Organisasi FARC kini menutup dialog
dengan pemerintah Kolombia –yang berusaha mencapai kesepakatan
perdamaian serta mengakhiri konflik selama lima dasawarsa. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

twenty + two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password