Menristek Perkirakan Hartanya Bertambah

Jakarta – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek & Dikti) Muhammad Nasir mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangannya untuk menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Nasir mengatakan, pelaporan harta kekayaan saat ini bukanlah yang pertama kalinya. Sebelumnya, dia pernah menyerahkan laporan kekayaannya ke KPK.

“Saya sudah tiga kali melaporkan LHKPN, terakhir itu tahun 2011. Itu memang kewajiban saya sebagai pejabat negara,” kata Nasir saat berada di gedung KPK, Senin (17/11/2014).

Mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu mengaku laporannya kali ini kemungkinan harta miliknya bertambah. Namun dia tak dapat menaksir bertambah jumlah kekayaannya. “Kalau yang dulu (2011) perkiraannya sekitar Rp2,5 miliar, tapi sekarang kurang tau berapa jumlahnya,” kata Nasir.

Berdasarkan catatan KPK, hingga saat ini sudah 11 menteri yang kini duduk dalam Kabinet Kerja Jokowi-JK, yang menyerahkan LHKPN. Selain Muhammad Nasir, ada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil.

Lalu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi. Selain para menteri, ada juga Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo yang telah menyerahkan LHKPN ke KPK. (hat/cal)

0 Comments

Leave a Comment

2 × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password