Pelaku KDRT Diamankan Polisi

Baturaja – Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, mengamankan tersangka kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berinisial Bas karena diduga melakukan penganiayaan terhadap istrinya Nurdalela.

Kapolres AKBP Mulyadi didampingi Kasatreskrim AKP Zulfikar di Baturaja, Senin (17/11/2014), membenarkan pihaknya menerima laporan dari korban dan telah mengamankan tersangka dugaan pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Saat ini suami korban sudah kami amankan. Jika memang dalam pemeriksaan nanti terbukti melakukan kekerasan dalam rumah tangga, akan kami kenakan Pasal 44 UU 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 15 tahun,” katanya.

Sementara itu, korban Nurdalela (42) warga perumahan sederhana Helindo Baturaja Permai menyatakan merasa tidak senang dengan perlakukan suaminya Bas (45) dan telah melaporkan kasusnya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres OKU.

Dihadapan petugas SPKT Polres OKU, korban menuturkan bahwa peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Sabtu (15/11) di sebuah warung depan masjid perumahan sederhana Helindo sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban baru saja usai menjalankan tugasnya sebagai perias pengantin di rumah salah seorang warga dan beristirahat di warung sambil menunggu jemputan motor.

Tiba-tiba, lanjut korban, datanglah suaminya Bas langsung menjambak rambutnya hingga terjatuh. Melihat dirinya terjatuh, suaminya bukannya iba tapi kembali menganiaya dengan menginjak-injak dan menendang hingga korban mengalami luka memar di bagian dada, leher, kepala dan kaki.

“Saat dia datang langsung menjambak rambut saya hingga terjatuh. Kemudian juga menginjak-injak kepala dan badan saya hingga mengalami luka memar. Ini sudah ketiga kalinya suami saya menganiaya saya. Saya sudah tidak tahan, makanya saya melapor ke polisi,” ungkap korban.

Sementara suami korban, Bas mengaku terpaksa menganiaya karena istrinya sering berselingkuh. Hal ini diketahui setelah melihat isi telepon genggam (hp) istrinya.

“Istri saya mengaku kalau tidak memiliki HP dan ternyata membohongi saya. Saya menemukan HP-nya mendapati pesan melalui short message service (SMS) dari laki-laki lain. Makanya saya melakukan pemukulan dengan harapan istri tidak lagi melanjutkan perselingkuhannya,” tutur ayah lima anak ini. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

twelve − one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password