Dokter Ahli Bedah Meninggal Karena Ebola di AS

Nebraska – Seorang dokter, warga negara AS yang terjangkit virus Ebola, akhirnya meinggai. Ia merupakan seorang ahli bedah berkebangsaan Sierra Leone telah meninggal di rumah sakit Nebraska, AS,
di mana ia dirawat, setelah tiba dari Afrika Barat akhir pekan lalu,
pihak rumah sakit mengatakan Senin 17/11/2014) sebagaimana dilaporkan AFP, dilansir Antara.

Dr Martin Salia, warga
AS permanen, terjangkit virus ganas itu saat bekerja di sebuah rumah
sakit Freetown, menurut keluarganya. Dia menderita gejala
canggih, termasuk ginjal dan gagal napas, ketika ia tiba di Nebraska
Medical Center, Sabtu, kata pihak rumah sakit dalam satu pernyataan.

Dana Anak PBB (UNICEF) berencana membuka 10 pusat baru masyarakat
guna memerangi virus mematikan Ebola di Sierra Leone, tempat peningkatan
tajam kasus Ebola terus terjadi, kata seorang juru bicara PBB kepada
wartawan.

“Sepuluh Pusat Perawatan Ebola Masyarakat yang
baru direncanakan dibuka pekan lalu di Kabupaten Bombali di Sierra Leone
sebagai bagian dari upaya baru untuk membawa pusat perawatan Ebola
lebih dekat ke masyarakat,” kata Wakil Juru Bicara PBB Farhan Haq dalam
taklimat di Markas PBB, New York, Jumat sebagaimana dikutip covesia.com.

Pusat perawatan
yang terbuat dari tenda itu, yang dibangun oleh UNICEF, akan menambah
jumlah ranjang di Bombali, salah satu kabupaten yang paling parah di
landa wabah Ebola saat ini –yang telah menewaskan lebih dari 1.000
orang di Sierra Leone sejak Mei. “UNICEF berencana membangun sebanyak 30 pusat lagi di kabupaten yang bertetangga dalam beberapa pekan ke depan,” kata Haq.

Jumlah korban jiwa akibat wabah Ebola di Guinea, Liberia dan Sierra
Leone –ketiga negara yang paling parah dilanda virus itu di Afrika
Barat– telah naik jadi 5.147 dari 14.068 kasus pada akhir 9 November,
kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

fourteen + sixteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password