Pengalihan Subsidi BBM Harus Transparan

Jakarta – Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan harus ada transparansi yang jelas atas keputusan pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Harus ada transparansi dan penjelasan yang ‘clear’ tentang peruntukan dari kenaikan harga BBM tersebut,” kata Nurul dihubungi dari Jakarta, Selasa (18/11/2014).

Dia memandang, keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi pasti berimbas pada menurunnya kepercayaan publik. Sebab menurut dia, janji politik Jokowi semasa kampanye yang masih jelas teringat publik adalah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi.

Oleh karena itu, kata dia, janji pemerintah untuk membangun penunjang produktivitas seperti infrastruktur, pelabuhan, dan lain-lain harus direalisasikan dalam waktu yang cepat.

“Agar masyarakat dapat merasakan janji politik dan menikmati kesejahteraan yang dijanjikan tersebut,” kata dia.

Pengamat politik Universitas Pelita Harapan Victor Silaen mengatakan masyarakat akan sangat menantikan kerja keras Kabinet Kerja pascakeputusan kenaikan harga BBM bersubsidi.

“Tentu bulan-bulan ke depan Presiden Jokowi dan kabinetnya harus menunjukkan dengan tingkat keseriusan yang tinggi bahwa mereka bekerja keras demi mencapai kemajuan dan kebaikan bagi rakyat,” ucap Victor.

Menurut Victor, apabila Jokowi dan kabinetnya mampu membuktikan, niscaya kekecewaan rakyat terhadap kebijakan kenaikan harga BBM akan menyusut dengan sendirinya. Seperti biasa kenaikan harga BBM bersubsidi akan banyak menuai protes dari berbagai pihak dan kalangan. Namun, dia memperkirakan protes itu tidak akan terlampau berlebihan.

“DPR tidak akan bisa berbuat apa-apa karena dalam UU APBN yang baru, disebutkan pemerintah berhak menaikan harga BBM, tanpa harus mendapat persetujuan DPR,” ujarnya.

Di sisi lain dia menilai rakyat juga tidak akan terlampau marah atas keputusan ini, sebab keputusan kenaikan harga BBM sudah jauh-jauh hari diwacanakan. Selain itu, kenaikannya juga sebesar Rp2.000, bukan Rp3.000 layaknya yang diwacanakan selama ini.

“Faktor lain yang menyebabkan reaksi masyarakat tidak terlalu kecewa, karena fenomena ini rasa-rasanya sudah menjadi hal yang biasa. Artinya, di setiap era presiden akan selalu terjadi kenaikan harga BBM,” ucapnya. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

four × 1 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password