Pekerja di Batam Mogok Total

Batam – Pekerja pabrik dan galangan kapal di Kota Batam Kepulauan Riau (Kepri) mogok total, menuntut Walikota merevisi nilai rekomendasi Upah Minimum Kota 2015 senilai Rp2,66 juta.

“Hari ini kami, beberapa serikat pekerja seperti SPMI, SBSI dan lainnya, sepakat untuk melakukan mogok kerja,” kata koordinator Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Surya Dharma di Batam, Selasa (18/11/2014).

Rencananya, jika tuntutan tidak dikabulkan, maka pekerja akan melakukan mogok kerja selama tiga hari berturut-turut. Pekerja menuntut Walikota merevisi rekomendasi UMK menjadi Rp2,9 juta, sama dengan UMK Bekasi.

Selain itu, pekerja juga menuntut Walikota menyatukan rekomendasi UMK dengan upah kelompok (sektoral), yang saat ini dituliskan dalam surat terpisah kepada Gubernur Kepri. “Kami menilai, pemisahan dua surat itu merupakan upaya untuk tidak menjalankannya,” kata dia.

Sementara aksi unjuk rasa dalam mogok kerja itu dilakukan di berbagai kawasan industri dan sekitar Kantor Pemerintah Kota Batam. Meski hujan mengguyur rata di penjuru kota, namun pekerja tetap melakukan aksinya.

“Kami semua sepakat tidak akan berhenti melakukan aksi hari ini sampai dibubarkan aparat kepolisian. Apa pun bentuk pembubarannya nanti,” kata dia.

Sementara itu dilaporkan pekerja melakukan “penyapuan” di sejumlah pabrik di Muka Kuning, memaksa pekerja untuk ikut dalam unjuk rasa. Pekerja juga melakukan pemblokiran jalan di sejumlah tempat untuk melarang kawannya sesama buruh untuk masuk ke dalam pabrik.

Pemblokiran jalan yang dilakukan mengganggu aktifitas warga yang tinggal di sekitar Batuaji dan Tanjungpiayu. Warga Tanjungpiayu Evy mengatakan ia tidak bisa bekerja karena jalan dipenuhi buruh.

“Bagaimana mau ke luar rumah, jalanan penuh sama mereka,” kata perempuan yang berkantor di Batam Kota. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

4 × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password