Sopir Angkot Mogok, Penumpang Terlantar

Pekanbaru – Sejumlah penumpang yang menggunakan jasa angkutan kota (angkot) di Pekanbaru, Riau, terlantar akibat aksi mogok yang dilakukan oleh para sopir angkot pada Selasa siang.

“Saya baru pulang dari pasar dan membawa belanjaan yang banyak, tapi kemudian ada sopir lain yang memaksa angkot ini berhenti dan kami semua disuruh turun,” kata salah seorang penumpang, Iis (40) di Pekanbaru, Selasa (18/11/2014). Ia mengaku kecewa dengan adanya aksi ini. Menurutnya, jika memang harus melakukan aksi, para sopir tidak harus mengikutsertakan penumpang.

Hal senada juga disampaikan oleh Siti (35), ia yang saat itu sedang membawa anak kecilnya mengaku sangat kecewa karena diturunkan ditengah jalan seperti ini. “Kalau saya tau bakal diturunkan seperti ini, saya pilih pakai taksi saja,” katanya.

Sejumlah mahasiswa Universitas Riau yang hendak menuju kampus juga merasa terganggu dan takut ketinggalan jam kuliah akibat aksi para sopir ini. Tidak hanya itu, aksi mereka juga mendapat perhatian dari masyarakat sekitar sehingga mereka memperlambat laju kendaraan dan kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Soebrantas.

Salah seorang sopir angkot, Budi, mengatakan, aksi mogok ini disebabkan adanya komplain dari penumpang terhadap tarif baru yang ia berlakukan. Menurutnya, saat ini tarif baru adalah Rp4.000 dimana sebelumnya Rp3.000.

Namun, kata dia, dari kenaikan tarif itu banyak yang komplain dan penumpang mengatakan bahwa sopir angkot hanya memberlakukan tarif sepihak. Sehingga ia dan sopir angkot lainnya sepakat untuk melakukan mogok.

Budi berharap kepada pemerintah terkait untuk segera mengeluarkan aturan tarif baru dan mengedarkan melalui surat edaran sehingga sopir tidak lagi dianggap memberlakukan tarif secara sepihak oleh penumpang.

Sementara itu, sesaat setelah kemacetan panjang terjadi, sejumlah Polisi dari Polsek Tampan tampak mengamankan aksi para sopir angkot tersebut. Kapolsek Tampan, Kompol Suparman SIK mengatakan aksi para sopir ini sangat mengganggu ketertiban umum.

“Kita mengamankan aksi mereka karena telah menyebabkan gangguan ketertiban umum dan kemacetan panjang. Mereka bisa melakukan demo tapi lakukanlah ditempat yang seharusnya,” katanya. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

four + thirteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password