Unjuk Rasa di DPRD Sumbar, Berujung Bentrok Mahasiswa dan Polisi

Padang – Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di Padang, Sumatera Barat berujung dengan kericuhan antara Mahasiswa dan Polisi.

Bentrokan itu terjadi saat mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa se-Sumatera Barat berencana menghentikan laju sebuah mobil plat merah milik Pemerintah Kabupaten Pasaman.

Aksi itu kemudian dicegah oleh Polisi yang tengah mengawal aksi unjuk rasa itu. Kejadian ini berawal saat salah seorang pendemo bernama Pardi, yang tengah menyetop mobil dinas milik pemerintah itu ditarik polisi agar menjauh dari mobil itu. Namun aksi tarik menarik ini kemudian membuat Pardi terjatuh.

Saat pardi terjatuh itulah, puluhan mahasiswa yang menyaksikan kejadian ini mencoba merangsek maju kearah polisi untuk menolong rekan mereka yang ditarik oleh aparat kepolisian.

Tarik menarik inilah kemudian yang menjadi pemicu bentrokan . Hingga, salah seorang anggota kepolisian mengalami luka pendarahan di kepala, akibat lemparan batu para pengunjuk rasa.

Kapolresta Padang, Kombes Pol. Wisnu Andayana, membenarkan ada salah seorang anggotanya yang terluka terkena lemparan batu bata.

Dari pihak Mahasiswa juga ada yang terluka dalam peristiwa ini, yakni sebanyak 2 orang yang saya ketahui, unkapnya. Korban kericuhan ini juga telah dibawa ke RS bayangkara untuk mendapatkan perawatan media” katanya, kepada covesia.com selasa, (18/11/2014).

Kami sudah mempersilahkan mereka berorasi, tapi mereka malah menghambat kelancara sirkulasi lalu lintas, lalu membakar ban, kemudian mereka juga mencoba untuk menghentikan sebuah mobil dinas, hal ini mengarah kepada tindakan anarkis, makanya kami bersikap tegas terhadap aksi ini” sambungnya.

Puluhan polisi kemudian membubar paksakan mahasiswa yang berunjuk rasa hingga ke kawasan Air Tawar, Padang, untuk mencegah hal lainnya yang tidak diinginkan, pungkasnya.(def/jmb)

0 Comments

Leave a Comment

11 + 17 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password