Warga Perbatasan Ingin Tinggalkan Indonesia

Padang – Isu warga negara Indonesia di perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara yang hendak bergabung dengan Malaysia kembali muncul. Hal itu disebabkan karena minimnya infrastruktur dan fasilitas umum di daerah tersebut.

Warga yang tergiur untuk pindah kewarganegaraan Malaysia tersebut berada di tiga desa di perbatasan Kalimantan Utara dan 10 desa di perbatasan Kalimantan Timur. Kalimantan Utara, terdapat tiga desa, yakni Simantipal, Sinapad, dan Sinokod, yang diklaim Malaysia masuk wilayahnya.

Ke-10 desa di Kalimantan Timur yang diisukan ingin bergabung dengan Malaysia itu ialah Long Pananeh I, Long Pananeh II, Long Pananeh III, Tiong Ohang, Tiong, Noha, Tifab, Long Apari, Long Kerioq, serta Noha dan Noha Silat.

Anggota DPD, Fahira Idris dalam siaran persnya yang diterima covesia, Selasa (18/11/2014) menuturkan, mayoritas masyarakat di daerah perbatasan hidup dalam garis kemiskinan akibat tidak diperhatikannya kebutuhan mereka. Daerah terisolasi, akses jalan sulit, pasokan listrik juga minim, fasilitas sekolah, sarana kesehatan yang seadanya. Bahkan jaringan komunikasipun sering tidak ada.

“Jelas saja mereka tertarik bergabung menjadi warga negara lain karena fasilitas umum di negara tetangga lebih memadai. Ini adalah bentuk dari kegagalan pembangunan nasional. Saya jelas akan mendorong supaya DPD membentuk tim khusus mengawasi kinerja pemerintah di daerah perbatasan,”ujar Fahira Idris.

Fahira minta Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus pembangunan di kawasan perbatasan. Daerah perbatasan merupakan beranda Indonesia. Pendekatan pembangunan daerah perbatasan selama ini sering dititik beratkan pada keamanan. Semestinya tidak hanya itu, tapi bagaimana menciptakan kesejahteraan dengan menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi. (gyi/jmb)

0 Comments

Leave a Comment

1 × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password