Parasut Tulungagung Mendunia dan Digunakan Pasukan Nato

Tulungagung – Parasut karya anak bangsa dari Tulungagung, Jawa Timur, sudah mendunia. Salah satu pengguna parasut kualitas internasional ini, adalah pasukan dari negara-negara yang tergabung dalam organisasi pertahanan atlantik utara (NATO). Adalah parasut buatan pabrikan CV Maju
Mapan di Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang selama ini
banyak digunakan oleh prajurit TNI, kualitasnya diakui luar negeri
seperti produk yang digunakan NATO, kata pendiri perusahaan tersebut.

“Kualitas parasut buatan perusahaan lokal CV Maju Mapan ini tak
kalah dengan produk dari luar negeri. Banyak yang sudah mengakui produk
kami bagus dan aman, khususnya dari pengguna kalangan TNI,” kata pendiri
CV Maju Mapan, Yafet Paiman, di kantornya, Jl Raya 1/26 Ngunut,
Tulungagung, katanya seperti dilaporkan Antara, dilansir covesia Rabu (19/11/2014).

Seperti dilaporkan Rabu,
parasut yang sudah diproduksi berjenis parabolik menggunakan bahan dari
Korea Selatan dan diberi nama Garuda 1-P. Parasut ini diklaim mampu
digunakan hingga lebih dari 100 kali dan tahan selama 16,5 tahun, dengan
kemampuan beban sampai 136 Kg. “Ini yang sudah dipakai oleh TNI AD dan TNI AU,” kata Paiman.

Rupanya tak hanya institusi TNI yang menggunakan parasut
produksinya, sejumlah negara sahabat juga sudah melirik parasut yang
terkenal dengan kualitasnya ini. Timor Leste dan Papua
Nugini yang telah memesan parasut pabrikannya. Selain itu, Australia
juga disebutnya pernah memuji parasut made in Tulungagung itu. Australia
menyebut parasutnya memiliki kualitas sama dengan yang digunakan NATO. “Australia masuk ke sini menanyakan ISO dan waktu itu kami belum
punya. Kami baru punya ISO tahun 2011. Mereka memuji produk kita sudah
seperti NATO,” kata Paiman.

Tak hanya parasut, pabrik yang
dirintis Paiman itu juga membuat tenda satuan militer, dan dari Malaysia
pun memesan 7.000 unit. Pabrik Maju Mapan juga memproduksi dragchute untuk pengereman pesawat
jet seperti Hawk dan Sukhoi. Ada pula parasut barang yang mampu
menurunkan sebuah kontainer 200 Kg dari langit ke darat dengan aman. “Lalu kami juga bikin shelter untuk heli, dari alumunium alloy tapi
terpalnya dari sini. Kalau kena angin itu ya mungkin talinya kurang
rapat sehingga kena angin sedikit saja ‘keplek-keplek’. Tapi sekarang
itu baling-baling muter di dalam, di atas, di kiri atau kanan nggak
apa-apa shelternya,” papar Paiman.

“Omset rata-rata Rp100
miliar/tahun. “Waktu HUT TNI di Surabaya itu semua pakai dari sini
produknya. Sempat diumumkan itu produk Tulungagung,” ujar Paiman bangga. Namun demikian, dirinya masih kesulitan untuk memasarkan hasil
produknya ke luar negeri karena dukungan pemerintah masih minim untuk
membantu memasarkan. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

four × three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password