Petani Sawit Pasbar Menjerit, Harga TBS Dipermainkan PPKS

Pasaman Barat – Petani perkebunan kelapa sawit Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menjerit soal harga tandan buah segar (TBS) yang dibawah patokan. Mereka meminta pemerintah supaya tegas memberlakukan harga TBS yang sudah dua tahun ditetapkan dan belum digunakan pengusaha PPKS (Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit).

PPKS enggan melaksanakannya dengan berbagai alasan. Bahkan ada salah satu perwakilan PPKS langsung memintak dispensasi untuk tidak mengikuti harga kesepakatan yang ditetapkan bersama pemerintah daerah. Jasmir Sikumbang, Direktur LSM Forum Peduli Insan Nagari, ketika ditanya covesia, Rabu (19/11/2014) meminta ketegasan pemerintah untuk menegur seluruh investor yang enggan mematuhi peraturan perundang- undangan yang berlaku di Indonesia.

Sebab, berdasarkan Permentan no. 14 tahun 2013 dan Permentan no. 98 tahun 2013 dinyatakan, apabila perusahaan tidak mau mematuhi maka diberikan peringatan 1, 2 dan 3. Bila memang perusahaan (PPKS) dimaksud masih membandel maka Izin nya dicabut.

Ia juga minta, tim penetapan harga TBS diminta untuk melakukan kontrol terhadap penerapan harga yang telah ditetapkan. Jangan seperti saat ini dimana beda harga di PPKS “A” berbeda dengan harga di PPKS “B” atau “C”. Harga TBS kelapa sawit yang telah ditetapkan bersama perusahaan kelapa sawit yang difasilitasi pemerintah yakni Rp1.684 perkilogram. (man/cal)

0 Comments

Leave a Comment

ten + eleven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password