Pakar Ekonomi Menyayangkan Kenaikan Harga BBM

Padang – Pakar Ekonomi Universitas Andalas Sumatera Barat, Sofyardi, menyayangkan keputusan Presiden Jokowi yang menaikan BBM saat ini. Dia menilai pemerintah sedikit keliru dalam membuat kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi.

Menurutnya, kenaikan BBM sebaiknya dilakukan secara bertahap sehingga masyarakat tidak kaget dengan keputusan tersebut.

“Dampak kenaikan BBM ini akan dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, karena kenaikan BBM berkorelasi dengan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok,” katanya kepada covesia.com, Rabu (19/11/2014).

Sofyardi menerangkan, akibat dampak kenaikan BBM Bersubsidi akan berdampak pada ekonomi masyarakat secara luas. Kebutuhan pokok masyarakat dipastikan akan ikut naik pula.

“Meskipun mereka memiliki kendaraan pribadi, bukan berarti penghasilan mereka mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pribadi mereka,” tambahnya.

Sebelumnya presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM, Senin (17/11/2014) harga premium naik dari Rp6500 menjadi Rp8500, sementara harga solar dari Rp5.500 menjadi Rp7.500. (utr)

0 Comments

Leave a Comment

2 × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password