Selama November, 19 Kali Longsor di Sukabumi

Sukabumi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat selama bulan November ini sudah 19 kasus bencana tanah longsor terjadi di wilayahnya.

“Hampir setiap hari terjadi longsor, ini disebabkan oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak awal November,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, Rabu (19/11/2014).

Menurut Usman, akibat bencana tanah longsor itu puluhan rumah rusak dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Untuk korban meninggal dunia adalah seorang balita bernama Nirwan (2,5) yang tewas saat terjadi longsor di Kampung Baru RT04 RW01, Desa Berkah, Kecamatan Bojonggenteng. Dan longsor juga menyebabkan beberapa orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka tertimpa bangunan atau partikel longsor.

Lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan longsor akan terjadi kembali karena hingga kini cuaca masih buruk karena curah hujan yang tinggi. Untuk itu, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh anggota dan relawan tanggap bencana untuk selalu siaga dan waspada, karena bencana alam tidak bisa diprediksi datangnya.

“Bantuan darurat sudah kami salurkan kepada para korban, bagi rumahnya yang rusak berat maka bantuan akan diberikan dalam bentuk bahan bangunan,” tambahnya.

Usman juga mengimbau kepada warga khususnya yang tinggal di daerah bertebing dan berbukit untuk selalu waspada dan tidak melakukan aktivitas yang bisa menyebabkan terjadinya longsor seperti membuat bangunan di atas tebing dan menebang pohon. Hingga saat ini data yang masuk ke kami, longsor mayoritas terjadi di wilayah utara Kabupaten Sukabumi seperti Cibadak, Cicurug, Parungkuda, Nagrak dan Bojonggenteng. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

one × 1 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password