6 Mayat Ditemukan Polisi India, Saat Menyerbu Padepokan Unik

New Delhi – Enam mayat ditemukan Polisi India pada Rabu (19/11/2014), dalam upaya penyerbuan di lokasi seorang pemimpin kerohanian unik di Haryana, India. Polisi terpaksa menggunakan
meriam air dan pentungan untuk menyerbu padepokan, karena sang pemimpin menolak ditahan.

Polisi mengeluarkan
10 ribu orang, banyak di antaranya disekap paksa, dari padepokan Satguru
Rampalji Maharaj, guru bermasalah bermarkas di Haryana, sekitar 170
kilometer baratlaut ibukota New Delhi.Ribuan lainnya masih
bersembunyi dalam kompleks yang luas itu, yang rusak parah setelah
polisi memutus rantai manusia yang terdiri atas lelaki, perempuan dan
anak-anak untuk menahan Rampal (63).

“Manusia dewa itu menggunakan pemujanya sebagai tameng manusia,” kata polisi senior S.N Vashist.

Polisi mengatakan jasad lima lelaki dan seorang bayi telah
ditemukan. Tidak ada tanda-tanda peluru atau luka pada mayat dan mereka
tidak tewas dalam operasi penyelamatan. Mayat mereka akan dikirim untuk
pemeriksaan otopsi. Ketegangan meningkat pekan lalu setelah
seorang hakim memerintahkan penahanan Rampal atas sebuah kasus
pembunuhan pada 2006, saat ia dituduh menyuruh para pendukungnya untuk
menembaki penduduk desa, sehingga menewaskan satu orang dan melukai enam
lainnya.

Guru tersebut mengabaikan lebih dari 40 panggilan
pengadilan. Para pengikutnya mengatakan ia tidak berada dalam kompleks
seluas 5 hektare yang dibatasi dinding itu, namun tengah mendapat
perawatan medis di sebuah lokasi yang tidak disebutkan.

Rampal memimpin sebuah sekte yang memuja pujangga dan paranormal abad
ke-15 Kabir, yang dikenal dengan pesan toleransi dan mendapat pengikut
orang-orang dari berbagai kepercayaan.

Sebagian dari mereka
yang dievakuasi mengatakan kepada polisi bahwa mereka disekap dengan
paksa selama beberapa hari, dan hanya diberi sedikit makan atau minum.

“Kami mencoba mencegah penggunaan kekerasan karena kami tahu banyak
pengikutnya dipaksa oleh Rampal untuk melawan,” kata Vashist, “Ia
mencoba menghindari penahanan dengan berbagai cara.”(ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

4 × one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password