- Advertisement -
HomeNewsTiga Tersangka Suap Izin Hotel Ditahan

Tiga Tersangka Suap Izin Hotel Ditahan

- Advertisement -

Bogor – Kejaksaan Negeri Bogor menahan tiga orang tersangka dugaan kasus korupsi penerimaan suap dalam kepengurusan izin pembangunan hotel Art Marriot di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal Kota Bogor, Jawa Barat.

“Penahanan terhadap ketiga tersangka sudah dilaksanakan Rabu (19/11/2014),” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bogor, Donny Haryono, di Bogor, Kamis (20/11/2014).

Ketiga tersangka adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor HS, Kepala Seksi Kesbangpol TS dan Kasi BPLH Kota Bogor SS. Ketiganya tersangkut kasus dugaan korupsi penerimaan suap dari dikeluarkannya surat izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) Hotel Art Marriot.

Donny mengatakan, ketiganya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Paledang sekitar pukul 14.30 WIB setelah dilakukan pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka. Penahanan akan dilakukan selama 20 hari ke depan. “Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyelidikan,” kata Donny.

Donny menambahkan, pihaknya fokus menuntaskan kasus tersebut. Sampai saat ini sejumlah saksi telah diperiksa dari kalangan eksekutif dan legislatif Kota Bogor, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya.

“Upaya penangguhan bisa dilakukan dengan jaminan seseorang atau menjaminkan uang yang tidak bisa ditaksir nilainya,” kata Donny.

Kasus dugaan korupsi penerimaan suap izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT) Hotel Art Marriot telah bergulir cukup lama dalam penanganan Polda Jawa Barat. Namun kasus bermunculan setelah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Cibinong.

Sebanyak 28 saksi telah diperiksa oleh Kejaksanaan Negeri Bogor, mereka berasal dari kalangan eksekutif dan legislatif Kota Bogor. Santer disiarkan kasus tersebut melibatkan mantan Wali Kota Bogor Diani Budiarto dan juga mantan Ketua DPRD Mufti Faoqi.

Kasus tersebut memanas setelah dua tersangka yakni SS dan TS buka suara menyusul kekecewaannya terhadap bagian hukum Pemerintah Kota Bogor karena adanya pemberian sejumlah uang sebagai tutup mulut agar tidak melibatkan pihak lainnya. (ant/bim)

- Advertisement -
- Advertisement -
Pilihan Editor
- Advertisement -
Related News
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

17 + sixteen =