Seorang Prajurit TNI Meninggal Terkena Tembakan

Jakarta – Bentrokan antara prajurit TNI dan Polri di Batam, Rabu (19/11), yang
mengakibatkan seorang prajurit TNI meninggal dunia karena terkena
tembakan. Presiden Joko Widodo (Jokowi), terus memberikan perhatian penuh atas kejadian kedua institusi keamanan negara ini.

Menko Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Tedjo Edhy
Purdijatno mengatakan, Presiden Jokowi telah meminta agar para prajurit
TNI dan Polri yang terlibat dalam bentrokan tersebut segera berdamai.
“Presiden meminta agar kedua belah pihak agar segera berdamai,” tegas
Tedjo Edhy kepada wartawan di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/11)
pagi, seusai dirinya melaporkan perkembangan terakhir dari bentor
prajurit TNI dan Polri di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (19/11).

Menko Polhukam menjelaskan, kejadian bentrok antara prajurit TNI dan
Polti itu disebabkan oleh ‘adu pandang’ yang selanjutnya berkembang
menjadi cekcok di kedua pihak. “Anggota TNI dan Polri tersebut tidak
mengindahkan perintah atasannya,” ujarnya sebagaimana dilaporkan situs resmi Setkab RI, dilansir covesia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya untuk kedua kalinya sejak
September lalu, telah terjadi bentrokan antara prajurit TNI dan Polri di
Batam, Kepri. Dalam bentrokan terakhir, yang terjadi Rabu (19/11),
Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo saat berada di Mako Brimob Kepri,
sempat terjebak dalam baku tembak antara prajurit TNI dan Polri
tersebut.

(cal)

0 Comments

Leave a Comment

17 + 10 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password