Terbukti Melanggar, Prajurit TNI dan Polri Dipecat

Jakarta – Menko Polhukam Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdjianto, menegaskan, prajurit TNI dan Polri yang terbukti melakukan pelanggaran dalam bentrokan di Batam itu, akan diberikan sanksi administratif paling berat berupa pemecatan.

Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno menambahkan, bahwa pihaknya telah menugaskan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jendral TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jendral Sutarman ke Batam untuk melakukan konsolidasi.

“KSAD sudah tiba di Batam, Kapolri berangkat pagi ini dari Jakarta pukul 8 pagi,” kata Menko menjawab pertanyaan wartawan di Istana Negara, Kamis pagi (201/11/2014) usai menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, Menko Polhukan menyampaikan bahwa Pemerintah akan segera mengevaluasi seluruh aspek antara lain aspek kesejahteraan prajurit, pendidikan, pembinaan dari pimpinan kesatuan, interaksi antar kesatuan, dan lain-lain agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Menko Polhukam menjelaskan, kejadian bentrok antara prajurit TNI dan Polti itu disebabkan oleh ‘adu pandang’ yang selanjutnya berkembang menjadi cekcok di kedua pihak. “Anggota TNI dan Polri tersebut tidak mengindahkan perintah atasannya,” ujarnya sebagaimana dilaporkan situs resmi Setkab RI dilansir covesia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya untuk kedua kalinya sejak September lalu, telah terjadi bentrokan antara prajurit TNI dan Polri di Batam, Kepri. Dalam bentrokan terakhir, yang terjadi Rabu (19/11), Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo saat berada di Mako Brimob Kepri, sempat terjebak dalam baku tembak antara prajurit TNI dan Polri tersebut. (cal)

0 Comments

Leave a Comment

eight − 6 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password