Dugaan Suap Sengketa Pilkada Palembang, Walikota dan Istri Jadi Pesakitan

Jakarta – Walikota Palembang Romi Herton dan istri, Masyito resmi menyandang status terdakwa. Suami istri itu duduk menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Kamis (20/11). Sidang yang dipimpin hakim Muklis SH mengagendakan pembacaan dakwaan terhadap Romi Herton dan Masyito.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Jaksa Pulung Rinandoro mendakwa Romi dan Masyito dengan dua dakwaan. “Dakwaan kesatu.
Pertama kedua terdakwa meyakinkan melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang (UU) nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 junc to (jo) pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP,” kata Jaksa Eli.

Kedua, ucap Jaksa Eli, terdakwa Romi dan Masyito melanggar pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 junc to (jo) pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP

“Dakwaan kedua, terdakwa Romi Herton dan Masyito melanggar pasal 22 jo pasal 35 UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1. Sedangkan kedua, melanggar pasal 21 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ujarnya.

Menanggapi dakwaan JPU, tim kuasa hukum terdakwa Romi Herton dan Masyito tak mengajukan eksepsi (sanggahan). “Kami tidak mengajukan eksepsi, yang mulia,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum Sirra Prayuna SH.

Diketahui, KPK menetapkan Romi Herton dan Masyito sebagai tersangka dalam dugaan suap sengketa Pilkada Kota Palembang dan pemberian keterangan palsu pada 16 Juni lalu. Keduanya ditahan bersamaan pada 10 Juli 2014. Romi ditahan di rumah tahanan KPK cabang Guntur Pomdam Jaya, sementara Masyito ditempatkan di rumah tahanan Gedung KPK, Jakarta. (hat/lif)

0 Comments

Leave a Comment

fourteen + sixteen =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password