Ratusan Mahasiswa di Palangka Raya Kembali Demo

Palangka Raya – Ratusan mahasiswa yang tegrabung dalam 10 organisasi Kemahasiswaan di Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah melakukan aksi unjuk rasa ke DPRD dan Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, meminta pemerintah pusat membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

10 ormas mengatasnamakan Front Perjuangan Rakyat (FPR) terdiri dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palangka Raya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom Universitas Palangka Raya, GMNI Cabang Palangka Raya.

Kemudian Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalteng, BEM Unpar, FMN Cabang Palangka Raya, Ikatan Mahasiswa Muslim (IMM) Palangka Raya, HMPH Palangka Raya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan BEM Fakultas Pertanian Unpar.

“Kenaikan harga BBM bersubsidi kebijakan tidak pro rakyat dan hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan minyak imprealisme Amerika Serikat serta mencekik rakyat Indonesia,” kata Koordinator Aksi FPR Kalteng Cenri.

FPR juga meminta agar dicabut undang-undang Migas nomor 22 tahun 2001 dan UU penanaman Modal Asing no1 tahun 1967 yang bertentangan dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 3, serta melaksanakan reforma Agraria Sejati.

“Kami juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat umum agar terus menyuarakan perjuangan untuk membatalkan kenaikan harga BBM yang tidak pro rakyat,” demikian Cenri. (ant/lif)

0 Comments

Leave a Comment

2 + 9 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password