Fraksi Gerindra Sumbar Tolak Kenaikan BBM

Padang – Penolakan atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang disampaikan Fraksi Gerindra DPR RI ternyata juga diikuti oleh Fraksi Gerindra DPRD Provinsi. Salah satunya di Sumatera Barat.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat, Hidayat SS menyatakan Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Sumatera Barat juga menolak kebijakan Presiden Joko Widodo yang telah menaikan harga BBM pada Senin (17/11/2014) lalu.

“Gerindra Sumbar ingin Presiden Jokowi mencabut kebijakan tersebut dan mengembalikan harga BBM ke posisi harga sebelumnya,” kata Hidayat kepada covesia di ruang Fraksi Gerindra di Gedung DPRD Sumbar, Kamis (20/11/2014).

Menurut dia, keputusan Jokowi menaikkan harga BBM tidak tepat, baik dari sisi waktu maupun dari besaran kenaikan harga BBM. “Bukan hanya tidak tepat, tapi juga jauh dari rasa keadilan masyarakat,” tegas Hidayat yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Sumbar.

Hidayat mengungkapkan alasan mengapa kenaikan harga BBM bersubsidi tak tepat. Menurut dia, Jokowi menaikkan BBM pada saat harga minyak mentah dunia menurun 30 persen menjadi hanya US$ 73,6 per barel. “Padahal, dalam pagu APBN 2014, asumsinya US$ 105 per barel,” katanya.

Selain itu, Fraksi Gerindra mengkritisi kenaikan harga BBM bersubsidi yang tidak disesuaikan dengan kenaikan nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah. “Kurs sekarang di atas 12 ribu, kenaikan dari angka 11.600 itu hanya terpaut sekitar 4 persen. Tapi kenaikan BBM mencapai 30 persen itu tidak adil,” ujarnya.

Hidayat juga menyalahkan kebijakan Jokowi menaikkan harga BBM yang mengakibatkan kenaikan harga barang-barang. Kenaikan harga itu, kata dia, mengakibatkan penurunan daya beli dan memungkinkan kemiskinan baru. (bim)

0 Comments

Leave a Comment

4 × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password