Bangun Tower Illegal, PT. Protelindo Didenda 600 Juta

Jambi – Tak mengantongi izin membangun tower, PT. Protelindo, perusahaan penyedi jasa tower seluler harus membayar denda Rp600 juta.

Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kota Jambi, Provinsi Jambi, Fahmi mengatakan, setidaknya ada 22 tower seluler milik PT. Protelindo yang telah berdiri tidak mengantongi izin. Untuk itu, selain diharuskan mengurus izin, pihak perusahaan juga harus membayar denda.

“Ada sekitar 14 tower yang didenda, karena sudah berdiri lama namun tidak ada izin, total dendanya sudah dibayarkan sekitar hampir Rp600 juta,” ujar Fahmi sebagaimana dilaporkan kilasjambi dilansir covesia, Kamis (201/11/2014).

Menurut Fahmi, besaran denda setiap tower berbeda-beda, tergantung dari ketinggi bangunan tower. Semakin tinggi tower maka denda semakin besar. Denda minimal Rp25 juta dan maksimal Rp50 juta.

Kedepan Pemkot Jambi juga akan melakukan eksekusi pemotongan menara, jika ada yang masih tidak mengurus izinnya.

“Tahun 2015 pemkot sudah anggarkan untuk pemotongan,” kata Fahmi.

Sekedar diketahui, tidak hanya PT Protelindo saja yang mengindahkan moratorium walikota. Namun terdapat juga PT. Huawei yang berani membangun tower tanpa mengantongi izin di RT 14 Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan. (KJ11/cal)

0 Comments

Leave a Comment

one × 5 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password