Lebih Tinggi dari Rata-rata Nasional, Inflasi Sumbar Capai 8,8 Persen

Padang – Bank Indonesia memperkirakan tingkat inflasi di Sumbar mencapai 8,8 persen akibat dampak kenaikan harga bahan bakar minyak. Angka tersebut lebih tinggi dibanding inflasi nasional yang hanya 7 persen.

Sebelumnya, BI memprediksi angka inflasi di Sumbar cuma 6 persen. Namun, kebijakan pengurangan subsidi memberikan imbas yang signifikan.

“Imbas kenaikan BBM menyumbang kenaikan inflasi sekitar 2,5 persen,” sebut Asisten Direktur Bidang Ekonomi Bank Indonesia, Erwin Syafii, Jumat (21/11/2014).

Menurutnya, dampak langsung kenaikan BBM terhadap inflasi berkisar 1,4 persen. Sisanya disebabkan kenaikan tarif angkutan dan meningkatnya harga barang.

Ia mengatakan, kenaikan inflasi tahun ini sangat tinggi, bahkan melebihi rata-rata dalam lima tahun terakhir. (rio)

0 Comments

Leave a Comment

thirteen + 7 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password