Intensitas Curah Hujan di Sumsel Meningkat

Palembang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Sumatera Selatan berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hal itu menyusul meningkatnya intensitas curah hujan di pekan kedua November 2014.

“Berdasarkan pengamatan melalui satelit, kondisi cuaca di lima kota Sumsel hujan ringan dan 12 kota lainnya berpotensi hujan sedang,” kata Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel, Indra Purnama di Palembang, Sabtu (22/11/2014).

Menurut dia kelima kota di Sumsel yang diprakirakan mengalami hujan ringan yakni Baturaja, Musirawas, Musirawas Utara, Muaradua, dan Kota Lubuklinggau. Sedangkan 12 kota lainnya yang kondisi cuacanya berpeluang hujan dengan intensitas sedang yakni Kota Kayu Agung, Muara Enim, Pali, Lahat, Sekayu, Pangkalanbalai, Martapura, Indralaya, Tebingtinggi, Pagaralam, Prabumulih, dan Palembang.

Kota yang diprakirakan hujan ringan memiliki suhu udara berkisar 22-32 derajat Celsius, kelembapan udaranya berkisar 60-97 persen, kecepatan angin berkisar 25-30 km/jam dengan arah angin daerah tersebut sebagian besar menuju tenggara kecuali Musirawas dan Lubuklinggau arah anginnya menuju selatan.

Sedangkan kota yang diprakirakan berpeluang hujan sedang memiliki suhu udara berkisar 21-33 derajat Celsius, kelembapan udaranya berkisar 58-97 persen, kecepatan angin berkisar 25-30 km/jam dengan arah angin daerah tersebut sebagian besar menuju tenggara kecuali Kota Sekayu, Tebingtinggi, Pagaralam, Prabumulih, dan Palembang arah angin daerah ini menuju selatan.

Dia menjelaskan, intensitas curah hujan di wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu memasuki pekan kedua November 2014 mulai meningkat. “Intensitas curah hujan di wilayah Sumsel sekarang ini mencapai 101-200 milimeter padahal beberapa bulan sebelumnya hingga pekan pertama November 2014 intensitas curah hujan sangat rendah yakni di bawah 50 mm,” ujarnya.

“Dalam kondisi musim pancaroba atau peralihan dari kemarau ke musim penghujan sekarang ini, kini masyarakat perlu mulai mengantisipasi terjadinya bencana dampak negatif musim hujan seperti banjir, longsor, dan angin langkisau atau puting beliung,” kata Indra. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

5 × 3 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password