Korban Banjir Bandang Pasaman Masih Trauma

Padang – Korban banjir bandang di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih terlihat trauma. Hingga saat ini mereka belum melakukan aktifitas dan masih menumpang di rumah keluarganya setelah satu minggu mengungsi di mesjid setempat.

Walinagari Koto Kaciak Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman, Zulfahmi kepada covesia, Sabtu (22/11-2014) mengatakan korban banjir bandang di Jorong Lungguk Batu masih trauma. Mayoritas mereka masih berdiam diri di rumah familinya.

“14 buah rumah yang datar dengan tanah, kini pemiliknya menumpang di rumah kelurganya dan rumah warga yang kosong,” kata Zulfahmi.

Sampai saat ini, masyarakat bersama tim BPBD Pasaman masih membersihkan rumah korban yang berlumpur. Sejak banjir bandang terjadi (13/11-2014) sekitar pukul 18.35 WIB sampai saat ini masih ada lima buah rumah masyarakat yang berisi lumpur.

“Saat ini yang tidur di mesjid hanya pemuda dan tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang membersihkan rumah masyarakat” sebutnya.

Korban banjir sampai saat ini masih membutuhkan sembako, peralatan dapur, sepatu anak-anak sekolah. Mereka sangat mengharapkan bantuan tersebut, karena semua isi rumah korban ludes disapu banjir.

Walinagari menambahkan, saat ini masih dalam suasana tanggap darurat. Tim BPBD, Tagana, masyarakat masih bekerja di lokasi longsor. Sebagian kayu yang terbawa banjir sudah habis dibersihkan.

Pemkab Pasaman menetapkan 14 hari tanggap darurat. Kerugian banjir bandang sekitar Rp 500 juta lebih. (man/bim)

0 Comments

Leave a Comment

sixteen + three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password