Sistem Buka Tutup Diberlakukan, Terjadi Kemacetan Panjang

Padang – Petugas terpaksa melakukan cara buka tutup di lokasi amblasnya jalan Sumbar-Riau. Akibatnya, terjadi kemacetan panjang dan tumpukkan banyak kendaraan dari dan ke Sumatera Barat.

“Macetnya minta ampun, sudah lebih dari 6 jam saya masih berada disini,” tutur Noven, Kepada covesia.com, Sabtu (22/11/2014).

Novendri (26) yang kesehariannya sebagai pedagang dan sekaligus sopir mobil sembako dari Sumatera Barat (Sumbar) menuju Riau itu, menjelaskan, jalur lintas Sumbar-Riau yang terputus saat ini merupakan jalur satu-satunya yang ia lalui setiap harinya. Pasalnya jalur tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan Provinsi Sumbar dan Riau.

“Biasanya jarak tempuh kita dari Sumbar ke Riau hanya 7 jam. Tapi saat ini waktu minimalnya 13 jam,” tuturnya.

Senada dengan Novendri, Yanti (32) seorang ibu rumah tangga yang juga menempuh jalur amblas tersebut menuturkan bahwa, pasca amblasnya jalan penghubung utama dua provinsi ini bukan saja memperjauh jarak tempuh namun juga biaya yang harus dikeluarkan.

“Biasanya ongkos yang kita keluarkan dari Padang ke Pekanbaru hanya 100 ribu rupiah, namun kali ini kita harus mengeluarkan ongkos 125 ribu rupiah,” katanya.

Jalan Sumbar – Riau KM. 201 Tanjung Pauh, Kecamatan Pangkalan Koto
Baru, Kabupaten 50 Kota, Sumatra Barat amblas pada Selasa,
(18/11/2014), dan memang sudah bisa dilewati. (adi/cal)

0 Comments

Leave a Comment

five × four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password