TRC Solok Selatan Siaga I

Padang – Tim Reaksi Cepat (TRC) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), dalam Siaga I selama musim penghujan mengingat daerah itu rawan bencana alam banjir dan tanah longsor, kata pejabat pemerintah setempat.

“Saat musim penghujan, intensitas hujan cukup tinggi di daerah ini. Apalagi Solok Selatan rawan banjir dan tanah longsor karena banyak perbukitan dan mengalir puluhan sungai besar dan kecil. Kami siapkan TCR Pemkab Solok Selatan dalam Siaga I,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Sumardianto di Padang Aro, Sabtu (22/11/2014).

Ia menambahkan, Pemkab Solok Selatan menyiagakan 68 personil TCR yang tersebar di beberapa Satuan Kerja perangkat Daerah (SKPD) seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Satuan Tugas (Satgas) SAR.

“Beberapa hari lalu kami juga telah melakukan pelatihan untuk TCR agar lebih siap dalam menghadapi bencana alam,” katanya. Ia menjelaskan masyarakat yang bermukim di daerah rawan tanah longsor dan banjir diminta meningkatkan kewaspadaannya karena bencana alam datang dengan tiba-tiba.

Ia menyebutkan pada Rabu (19/11) malam, terjadi dua bencana alam di daerah pemekaran Kabupaten Solok itu, yakni banjir bandang di Nagari (desa adat) Sei Kunyit yang merendam sekitar 150 rumah dan terpaksa mengungsikan 821 warga dari 146 Kepala Keluarga (KK). “Banjir akibat luapan Sungai Batang Pangean yang terbesar sejak 1978 itu merendam rumah warga hingga mencapai tiga meter,” ujarnya.

Tanah longsor juga terjadi Pinti Kayu Gadang dan Pinti Kayu Ketek, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. Tanah longsor menyebabkan sekitar 10 rumah warga di kedua perkampungan itu terdampak langsung, dan empat rumah diantaranya mengalami rusak berat serta ringan.

Tanah longsor menutup jalan utama ke kedua perkampungan itu hingga menyebabkan kemacetan total mencapai 6 – 8 jam, serta merusak sekitar lima hektare milik warga yang baru ditanami padi. “Tanah longsor juga menimbun jalan provinsi yang menghubungan Padang ke Kerinci, Jambi, di daerah Pinang Balirik, Kecamatan Koto Gadang Diateh,” katanya. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

8 − five =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password