Jaksa Geram, Orang Terdekat Akil Berikan Kesaksian Palsu

Jakarta – Satu persatu orang terdekat mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar tersandung persoalan hukum.

Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Muhtar Ependy, bos PT Promic yang merupakan orang dekat bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, memberi kesaksian palsu.

Sementara itu, Jaksa Rini Triningsih, juga menilai Muhtar secara langsung dan tak langsung merintangi penyidikan, penuntutan, serta persidangan perkara korupsi dan pencucian uang yang menjerat Akil.

“Terdakwa telah memberikan keterangan yang bertentangan dengan keterangan saksi dan alat bukti lainnya,” ucap Rini Triningsih saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin.

Muhtar dijerat dengan Pasal 21 dan 22 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 dan Pasal 35 KUHP. Muhtar terancam dihukum maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp 600 juta.

Menurut Rini, Muhtar telah mempengaruhi saksi lainnya, yaitu Walikota Palembang, Romi Herton dan istrinya, Masyito, serta Srino untuk memberikan keterangan palsu.

Dia (Muhtar-red) juga mempengaruhi Iwan Sutaryadi, Rika Fatmawati, dan Risna Hasrilianti sebagai saksi dalam kasus Akil untuk mencabut keterangan dalam berita acara pemeriksaan.

Muhtar diduga menjadi makelar suap sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi.

Dalam perkara suap terkait dengan belasan sengketa pilkada, Akil divonis penjara seumur hidup. Akil terbukti mengumpulkan uang secara ilegal sebanyak Rp 161 miliar.

Saat bersaksi untuk Akil pada Maret lalu, Muhtar mencabut beberapa kesaksiannya di berita acara pemeriksaan.

Menanggapi dakwaan itu,Muhtar kepada covesia seusai sidang mengatakan, keterangan yang diberikannya ke penyidik KPK cuma karangan belaka. “Sejak sebelum diperiksa KPK, saya diteror. Makanya saya karang cerita di berita acara pemeriksaan,” kata Muhtar.

Padahal sebelumnya, ia mengakui memutar duit Akil sejak 2007 dalam bisnis jual-beli mobil dan atribut kampanye.

Namun ia juga menyebutkan,tidak semua kesaksiannya dicabut.

Ada sebagian kesaksian yang ia anggap benar. “Yang pasti, saya tak pernah menerima uang untuk diberikan ke Akil.

Intinya seperti itu,” ungkapnya kala itu. Muhtar tidak memberi tanggapan atas dakwaan tersebut. “Semua saya serahkan kepada Tuhan,” pungkasnya.(jmb)

0 Comments

Leave a Comment

thirteen − 12 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password