Tim Gabungan Gerebek Prostitusi Berkedok Warung Pecel

Bangka Belitung – Tim gabungan dari Satuan Reserse Kriminal Polres dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, menggerebek prostitusi berkedok warung pecel di Kelurahan Arung Dalam.

“Penggerebekan kami lakukan pada Jumat (21/11) malam sekitar pukul 20.00 WIB, setelah mendapat informasi akurat dari masyarakat,” kata Kepala Seksi Trantib Satpol PP Bangka Tengah Hartono di Koba, Sabtu (22/11/2014).

Ia menjelaskan, dalam melakukan penggerebekan warung di Kecamatan Koba itu pihaknya bekerja sama dengan jajaran kepolisian dan sebelumnya sempat dilakukan pengintaian untuk memastikan transaksi mesum di warung pecel lele tersebut.

“Sebelumnya sempat dilakukan penyamaran. Setelah dilakukan transaksi baru kemudian anggota kepolisian dan Pol PP melakukan penggerebekan sehingga pemilik warung tidak bisa lagi berkilah,” ujarnya.

Ia mengatakan, praktik prostitusi terselubung tersebut sudah terjadi dalam beberapa hari ini dan pemilik warung mempekerjakan dua wanita dari luar daerah yaitu Riska (19) dan Sari (23) .

“Dua wanita tersebut dipekerjakan di warung pecel lele berinisial Hn, kemudian keduanya diperbolehkan jadi pekerja seks “plus-plus” dengan bayaran sekitar Rp350 ribu per jam,” ujarnya.

Kemudian kedua wanita asal luar daerah itu memberikan setoran kepada Hn sebesar Rp25 ribu per tamu dan praktik prostitusi terselubung itu sudah berjalan dalam beberapa hari ini.

Saat ini pemilik warung dan dua pekerja seks komersial itu sedang diperiksa secara intensif di Polres Bangka Tengah. Sementara warung pecel lele yang letaknya tidak jauh dari Kantor Lurah Arung Dalam itu ditutup dan dipasang garis polisi.

Pemilik warung pecel lele, Hn mengakui warung pecel lele baru satu minggu menyediakan jasa esek-esek di tempat usahanya dan itu dilakukan atas persetujuan dua wanita itu.

“Keduanya belum sampai satu bulan bekerja di warung saya, keduanya saya terima dengan alasan orang tuannya sakit. Awalnya saya tidak mengizinkan tetapi kerena mereka yang desak dengan alasan butuh uang, akhirnya saya izinkan juga,” ujarnya. (ant/bim)

0 Comments

Leave a Comment

3 × 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password