Restorasi Merak-Bakauheni, Gantikan Jembatan Selat Sunda

Jakarta – Walaupun Jembatan Selat Sunda batal dibangun, Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla sedianya juga telah merancang pengembangan penyeberangan, salah satunya di lintas utama yang menghubungkan Merak, Banten-Bakauheni, Lampung.

Perencanaan ini dibeberkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Andrinof Chaniago, pada covesia. Menurutnya, solusi untuk mengurai bottleneck di Merak-Bakauheni adalah dengan menambah kapal dan dermaga.

“Masalahnya selama ini, karena yang rusak tidak diperbaiki, yang seharusnya ditambah tidak ditambah (dermaga),” ucap Andrinof, Minggu (23/11/2014).

Selain perbaikan dan pengembangan dermaga Merak-Bakauheni, Andrinof juga mengatakan, pemerintah berkomitmen menambah kapal-kapal penyeberangan. Hal itu akan direalisasikan dalam Penyertaan Modal Negara pada ASDP.

“Pemerintah bertekad untuk membangun identitas sebagai negara maritim. Maka, perbaikan dan peningkatan kualitas dan kapasitas kapal, dermaga, terminal penumpang, serta angkutan menuju pelabuhan, itu yang ingin dituju,” ujar Andrinof.

Disebutkan juga, kondisi lintas Merak-Bakauheni saat ini memang belum optimal. Lintas tersedia hanya 105 trip per hari. Pengadaan kapal oleh pemerintah dari 2010-2014 hanya tiga unit. Sehingga, total kapal pada 2014 baru mencapai 54 unit.

Berdasarkan data Bappenas, rencana pengembangan 2015-2019 di antaranya, percepatan Dermaga VI sisi Merak, rehabilitas Dermaga IV yang rusak sisi Bakauheni, pembangunan dermaga VII, pengadaan kapal. Ditargetkan pada 2019, lintas tersedia mencapai 150 trip per hari.

Adapun kebutuhan pendanaan untuk pembangunan Dermaga VII mencapai Rp 700 miliar. Pemerintah yakin teknis pembangunan bisa dimulai pada 2015, meski dana belum tersedia. Sementara itu, perbaikan Dermaga IV ditaksir membutuhkan dana Rp 400 miliar, dan Dermaga VI sebesar Rp 40 miliar.

Pemerintah berencana melakukan pengadaan enam unit kapal sepanjang 2015-2019, dengan perkiraan kebutuhan dana mencapai Rp 1,2 triliun. Dalam periode sama, pemerintah berkomitmen melakukan PMN untuk pengadaan kapal ferry perintis ASPD sebesar Rp 10 triliun. Pengadaan kapal ferry perintis oleh ASDP tidak hanya di lintas Merak-Bakauheni, namun tersebar di berbagai wilayah lainnya yang ada di Nusantara, pungkasnya. (jmb)

0 Comments

Leave a Comment

eighteen + 8 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password