Israel dan Saudi Hambatan Kesepakatan Nuklir Iran

Kuala Lumpur – Kemungkinan tak akan tercapainya kesepakatan soal nuklir Iran di Wina, Asutria, disebabkan hambatan dari rezim Israel dan Arab Saudi. Analisis ini dikemukakan Pengulas Malaysia
terkemuka, Chandra Muzaffar.

“”Rezim Zionis dan Arab Saudi
adalah dua hambatan utama dalam perjalanan pengembangan kesepakatan
antara Iran dan G5+1,” tegasnya saat berbicara dengan kantor berita IRNA, yang dilansir, Minggu (23/11/2014).

Dia mengatakan,
rezim Zionis dan Arab Saudi telah bergabung menentang kesepakatan
nuklir antara Iran dan enam kekuatan dunia itu, yang terdiri lima
anggota Dewan Keamanan PBB Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Tiongkok
dan Rusia ditambah Jerman.

Mengacu pada pembicaraan nuklir
yang sedang berlangsung di Wina, dia mengatakan, Israel takut pada
kekuatan Iran yang membuatnya mencari aliansi Barat. Meskipun semua upaya, katanya, Barat dan Israel, telah gagal untuk mencapai tujuan mereka dan Iran masih sekuat sebelumnya.

Dia menggarisbawahi bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA)
telah berulang kali memeriksa fasilitas nuklir Iran tanpa menemukan
penyimpangan yang bisa membuktikan klaim negara-negara Barat tersebut.

Israel juga telah terus mengeluarkan laporan palsu dan tidak nyata
tentang kegiatan nuklir Iran serta menuduh Teheran berusaha untuk
membuat bom nuklir, tambahnya. Dia percaya sekarang saatnya bagi Barat untuk diyakinkan tentang sifat damai program nuklir Iran. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

4 × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password