Penahanan Brigadir Rudy Bukan Karena Talk Show Mata Najwa

Jakarta – Menanggapi pemberitaan yang mengatakan penahanan Brigadir Rudy Soik, karena Ia muncul pada acara Talk Show ” Mata Najwa ” dijawab oleh Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Ronny Franky Sompie.

Ia membantah informasi yang menyebutkan penahanan Brigadir Polisi Rudy Soik karena tampil di acara Mata Najwa yang ditayangkan Metro TV itu.

Menurut Ronny, Rudy ditahan karena kasus dugaan penganiayaan yang menjeratnya.

“Penahanan Rudy Soik berkaitan dengan berkas perkara di mana yang bersangkutan sebagai tersangka sudah dinyatakan jaksa penuntut umum lengkap dan P21, sehingga yang bersangkutan akan diserahkan kepada jaksa untuk disidangkan di pengadilan,” kata Ronny, dalam keterangan persnya yang diterima covesia, Minggu (23/11/2014).

Namun, Ronny juga tak menampik bahwa Rudy tak mengantongi izin atasannya untuk tampil dalam acara tersebut. Akan tetapi, ia menegaskan, penahanan Rudy tidak ada kaitannya dengan hal tersebut.

“Penahanan karena kasus penganiayaan yang dilakukan berkaitan dengan upaya yang bersangkutan memeras pengakuan target yang diduga jaringan human trafficking,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Rudy ditahan dengan tuduhan menganiaya Ismail Paty Sanga (30), warga Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, pada Rabu, 29 Oktober 2014 lalu. Saat dihubungi Wartawan, Rudy mengatakan, dia tampil secara taping (rekaman) di acara Mata Najwa pada pekan lalu dan baru disiarkan pada Rabu malam.

Setelah taping selesai, ia langsung menjalani penahanan di Polda NTT.

“Saya baru saja ditahan dengan kasus penganiayaan terhadap Ismail dan baru saja tayang acara Mata Najwa di Metro TV. Mereka langsung tahan saya.

Saya minta tolong dimuat di media supaya semua orang tahu kalau memang perjuangan saya harus berhenti di sini, ya mau bilang apa, tetapi kalau mau lanjut, ya maka saya akan maju terus,” ujar Brigadir Rudy melalui sambungan telepon selulernya.

Rudy yang mengaku bisa menelepon dari ruang tahanan menyatakan dirinya akan dijerat Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan. Namun, Rudy membantahnya.

Ia mengaku hanya menggeledah badan Ismail Paty. Dia pun akan membuktikannya di pengadilan nanti.

Rudy berharap proses penyelidikan kasus penganiayaan ini terus berjalan baik.

Sebab, menurutnya, ia terlalu cepat ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan seolah-olah dirinya akan menghilangkan barang bukti dan melarikan diri.

“Coba kalau masyarakat yang lapor kasus lain, itu pasti bertahun-tahun prosesnya dan tidak secepat kasus yang menimpa saya ungkapnya.
.
Sekarang posisi saya sebagai penyidik kasus perdagangan orang, tapi kok saya ditahan? Alasan apa saya ditahan, apakah saya mau melarikan diri? Ataukah mau menghilangkan barang bukti? Bagi saya, ada satu kejanggalan dalam kasus ini, ia meminta keadilan bagi dirinya dalam persoalan ini,” pungkasnya. (jmb)

0 Comments

Leave a Comment

eleven + eleven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password