Guru Bukan Sekedar Pendidik, Tapi Hulu Kemajuan Bangsa

Jakarta – Revolusi mental yang menjadi acuan perubahan besar, sudah saatnya masyarakat Indonesia mengubah cara pandang terhadap guru. Pandangan terhadap guru bukan sekedar sebagai profesi seorang pengajar maupun pendidik saja, tapi harus dipandang sebagai hulu kemajuan bangsa.

“Kita semua harus mengubah cara pandang. Guru harus dilihat sebagai profesi hulu bagi kemajuan bangsa,” ujar Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan usai upacara peringatan Hari Guru Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (24/11).

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu menuturkan, guru haruslah tetap menjadi contoh teladan bagi setiap generasi bangsa. Sebab, para guru akan melahirkan para penerus bangsa yang memiliki karakter yang baik pula di masanya.

“Apabila hulunya baik, Insya Allah kelasnya juga baik. Dari situlah kita harus merubah pandangan terhadap guru,” ujar Anies.

Meskipun tuntutan guru sebagai hulu bagi pendidikan Indonesia, kata Anies, tetap saja guru bukanlah sosok manusia sempurna. Namun setidaknya melalui revolusi mental masyarakat haruslah melihat seorang guru dengan pandangan berbeda dan terpuji.

“Guru memang bukan malaikat sehingga sebagai manusia selalu ada saja ketidak sempurnaannya. Tapi, kita melihat guru itu sebagai seseorang yang terpuji dan beradab,” tandas Anies.

Pemerintah Republik Indonesia menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78 tahun 1994 yang dikuatkan oleh Undang-undang (UU) Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru. Tanggal 25 November juga merupakan hari lahirnya Persatuan Guru Indonesia (PGRI). (hat/cal)

0 Comments

Leave a Comment

19 − three =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password