PGRI: Kemajuan Bangsa Tergantung Perhatian Pemerintah Terhadap Pendidikan

Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dr Sulistiyo menyatakan, guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Mereka melakukan tugasnya sesuai dengan jenjang pendidikan peserta didik mulai dari pendidikan anak usia dini, dasar dan menengah.

“Aktualitas fungsi guru sebagai tenaga profesional adalah prasyarat untuk meningkatkan kualitas proses dan luaran pembelajaran,” ujar Sulistiyo di Jakarta, Senin (24/11/2014).

Sebagai tenaga profesional, kata Sulistiyo, guru berperan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Yakni, mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

“Kemajuan suatu bangsa tergantung pada besarnya perhatian dan upaya bangsa dalam mendidik generasi muda,” katanya.

Menurut Sulistiyo, apabila anak bangsa memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat dan kecakapannya, mendalami pengetahuan, serta mengembangkan disiplin, watak, kepribadian dan keluhuran budinya, maka bisa dikatakan bangsa tersebut akan memiliki masa depan cerah.

“Pemerintah sudah seyogyanya memberikan perhatian yang luas terhadap dunia pendidikan. Terutama terhadap guru sebagai tenaga pendidik,” ujarnya.

Pemerintah Republik Indonesia menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 yang dikuatkan oleh Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Tanggal tersebut juga merupakan hari lahirnya Persatuan Guru Indonesia (PGRI). (hat/cal)

0 Comments

Leave a Comment

18 + 9 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password