Pemain HWC Soni Nasirwan: Kecewa pada Pemerintah Sepulang dari Chile

Jakarta – Santiago, salah satu kota di negara Chile. Kota yang tidak akan pernah dilupakan Soni Nasirwan. Soni merupakan salah seorang pemain yang mewakili Indonesia di Homeless World Cup (HWC) 2014, dan Santiago merupakan kota dilaksanakan event yang diikuti puluhan negara tersebut.

Untuk sampai di kota tersebut, Soni dan kawan-kawan harus menghabiskan 30 jam penerbangan. Dengan transit di dua negara, Qatar dan Brasil. Berbekal persiapan yang pas-pasan, tim HWC Indonesia berusaha semaksimal mungkin berbuat yang terbaik.

HWC sendiri merupakan event sepak bola jalanan yang diikuti oleh peserta dari puluhan negara. Peserta yang boleh mengikuti adalah penderita HIV-Aids, mantan pengguna Narkoba dan orang miskin perkotaan.

Indonesia sudah beberapa kali mengikuti dan prestasi tertinggi adalah meraih peringkat ke 4.Seleksi untuk tim HWC dilakukan di 9 Provinsi dan dimulai sejak bulan Juli yang lalu. Pelatih yang dipilih untuk mendampingi tim HWC adalah Bonsu Hasibuan.

Soni mengaku dirinya ikut dalam HWC karena pernah menjadi korban pergaulan bebas yang membuat dia menggunakan Narkoba. Selain itu, keberuntungan dalam menjalani kehidupan belum berpihak kepadanya, sehingga dia pernah juga luntang-lantung di Ibukota.

Soni menyisihkan ratusan pemain yang seleksinya dilakukan rumah cemara sebagai National Organizer HWC Indonesia.Berikut wawancara covesia bersama Soni atau biasa dipanggil Poson sepulangnya dari Chile.

Bagaimana hasil yang diraih tim HWC Indonesia di Chile?

Hasilnya belum seperti yang kita harapkan semua. Kita hanya meraih peringkat ke 10, karena kalah dari Meksiko pada partai terakhir.

Dengah hasil yang dicapai, bagaimana perasaan anda?

Jujur saja, saya malu dengan hasil ini. Karena saya belum mampu mengharumkan nama Indonesia ditingkat Internasional. Padahal seluruh daya dan upaya telah saya kerahkan semuanya bersama teman-teman.

Apakah lawan lebih berkualitas daripada tim Indonesia?

Sebenarnya secara kualitas tim kita tidak kalah. Malahan negara kuat seperti Prancis mampu kita kalahkan. Hanya saja mungkin karena persiapan mereka lebih bagus, dan tak kalah penting adalah tim mereka berangkat ke Chile dengan perasaan tenang.

Apakah tim Indonesia berangkat ke Chile tidak tenang?

Mulai dari persiapan kondisi psikologis pemain sudah tertekan karena terancam tidak berangkat, karena keterbatasan dana. Saat berangkat pun masih ada kendala-kendala yang dihadapi pemain.

Contohnya?

Kami bukan mata duitan, tapi berangkat ke Chile atas nama negara tentu besar harapan akan mendapat perhatian pemerintah. Saat disana kami hanya mengantongi uang US 100 untuk sekian hari. Parahnya lagi harga beli di Chile tergolong mahal. Tekanan yang kami rasakan adalah teman-teman dari negara lain mendapatkan perhatian lebih dari pemerintahnya. Tekanan bukan itu saja, saat akan pulang ke Indonesia pun, kami harus mengurut dada karena tidak ada oleh-oleh yang bisa kami beli. Harga souvenir disana sangat mahal. Siapa yang akan percaya kalau tim yang mewakili negara tidak mempunyai uang.

Anda menyesal bergabung?

Tidak sama sekali. Karena tidak semua orang bisa pergi ke Chile dengan membawa nama negara. Maksud saya tadi hanya mengungkapkan perasaan supaya masa yang akan datang hal tersebut tidak terulang.

Saya tegaskan lagi, saya bangga dan rela berkorban untuk mengharumkan nama bangsa. Kalau tidak cinta dengan Indonesia, mungkin saya sudah menetap di Chile.

Apa pengalaman menarik anda selama di Chile?

Bisa mengalahkan tim raksasa sepakbola seperti Prancis dan Jerman.

Apa harapan dan masukan anda terhadap tim HWC selanjutnya?

Event ini kan setiap tahun ada. Pihak yang mengelola di Indonesia dalam hal ini rumah cemara dapat mempersiapkan diri lebih dini. Agar tidak ada lagi masalah jelang keberangkatan.

Apa rencana anda selanjutnya?

Saya ingin bermain futsal lagi. Dan mengkampanyekan bahaya narkoba bagi generasi muda Indonesia. Karena saya mengetahui betul dampaknya. (*)

0 Comments

Leave a Comment

five × two =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password