Polres Siagakan 100 Personil

Pasaman Barat – Jajaran Polres Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiagakan 100 personil untuk siaga bencana banjir dan longsor. Bencana banjir sendiri telah menghantam dua kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat.

Dua kecamatan itu adalah Kecamatan Sasak Ranah Pasisia dan Kecamatan Pasaman. Banjir masih merendam sekitar 50 buah rumah warga di Jorong Maligi, puluhan hektar kebun jeruk dan kelapa sawit masyarakat juga terendam banjir. Kerugian sementara ditaksir mencapai ratusan juta.

“Ya benar, kita siagakan 100 orang personil polisi. Kemudian menyiapkan sejumlah peralatan, berupa tenda, genset dan lainnya,” kata Kapolres Pasaman Barat, AKBP. Sofian Hidayat ketika dikonfirmasi covesia, Selasa (25/11/2014).

Menurut Kapolres, banjir saat ini masih bisa diatasi. Dan pihaknya selalu berkoordinasi dengan TNI, Satpol PP, BPBD Pasaman Barat dan Satpol PP.

Seperti yang diberitakan, dua kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) dihantam banjir. Banjir terjadi di Maligi Kecamatan Sasak Ranah Pasisia dan Kecamatan Pasaman.

Banjir yang terjadi di Maligi mengakibatkan jalan leter T dan jalur evakuasi tsunami menuju Jorong Maligi putus total. Jalan tersebut tertimbun lumpur luapan banjir.

Kepala Jorong Maligi, Kabupaten Pasaman Barat, Alfajri, Selasa (25/11) mengatakan jalan yang tertimbun ada sekitar empat kilometer menuju Maligi. Akibatnya kendaraan roda empat tidak bisa lewat.

“Akibatnya warga yang menggunakan kendaraan roda empat tidak bisa menuju Maligi atau ke Simpang Empat,” kata Alfafri.

Selain itu belasan rumah warga juga terendam. Dan hasil pertanian dan perkebunan petani juga tidak bisa dijual keluar Maligi. Kerugian petani ditaksir ratusan juta karena tidak bisa membawa hasil kelapa sawitnya.

Menurutnya, tinggi lumpur dijalan mencapai paha orang dewasa. Bahkan air juga menutupi sebagian jalan karena banyaknya lubang-lubang besar.

“Lokasi jalan itu ada dekat perusahaan dan tentunya perusahaan harus turun tangan. Jangan lepas tangan saja. Jika dibiarkan sekitar 2.000 kepala keluarga atau 7.000 jiwa warga Maligi akan terancam dan akses ke Maligi akan terputus,” tegasnya. (man/bim)

0 Comments

Leave a Comment

14 + 7 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password