Akil Mochtar Tetap Dipenjara Seumur Hidup

Jakarta – Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menghukum mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dengan pidana penjara seumur hidup. Putusan PT DKI itu menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang dijatuhkan terhadap Akil.

Artinya, PT DKI Jakarta menolak banding yang diajukan Akil atas hukuman pidana terkait kasus dugaan suap pengurusan sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) dan tindak pidana pencucian uang.

Atas putusan PT DKI itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan apresiasi. “Kami menghormati proses hukum dan mengapresiasi putusan PT Jakarta itu,” ungkap Juru Bicara KPK, Johan Budi SP di Jakarta, Selasa (25/11).

Johan mengatakan, berat atau ringannya hukuman pidana adalah kewenangan hakim sebagai pemegang kekuasaan tertinggi peradilan. Putusan PT Jakarta itu diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi koruptor lainnya. “Itu (putusan), sepenuhnya kewenangan hakim. KPK hanya berharap setiap putusan pengadilan itu bisa menimbulkan efek jera,” ujar Johan.

Diketahui, majelis hakim Tipikor menyatakan, Akil terbukti menerima suap terkait empat dari lima sengketa pilkada dalam dakwaan kesatu. Yaitu pilkada Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah dengan suap senilai Rp3 miliar, pilkada Kalimantan Tengah senilai Rp3 miliar, Pilkada Kabupaten Lebak di Banten senilai Rp 1 miliar, pilkada Kabupaten Empat Lawang di Sumatera Selatan senilai Rp10 miliar dan $US500.000, serta pilkada Kota Palembang di Sumatera Selatan senilai Rp3 miliar.

Hakim juga memberikan pertimbangan yang memberatkan. Yakni, perbuatan Akil dinilai telah meruntuhkan wibawa MK. Sehingga butuh waktu lama dan sulit untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada MK.

Selain itu, Akil merupakan ketua lembaga tinggi negara yang merupakan benteng terakhir bagi masyarakat yang mencari keadilan. Menurut hakim, Akil seharusnya memberikan contoh teladan yang baik dalam masalah integritas. Sehingganya, hakimpun berpendapat tidak ada hal yang meringankan atas perbuatan Akil itu. (hat/bim)

0 Comments

Leave a Comment

nineteen − twelve =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password