Hari Ini, Rupiah di Prediksi Menguat

Jakarta – Seiring
dengan penurunan harga minyak bumi dipasar global serta turunnya indeks dollar
AS, nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya pada perdagangan Rabu
(26/11/2014).

Meskipun PDB
triwulan III-2014 Amerika Serikat direvisi lebih tinggi dan melebihi perkiraan
pasar, indeks dollar AS justru tertekan hingga dini hari tadi.

Tentu saja penurunan drastis consumer
confidence index AS yang membawa sentimen pelemahan indeks dollar AS.

Pertemuan
pendahuluan negara-negara penghasil minyak tadi malam gagal berujung pada
kesepakatan sehingga harga minyak Brent anjlok 1,7 persen.

Malam nanti ditunggu datadurable goods
orders
sertainitial
jobless claims
AS – keduanya diperkirakan
membaik.

Pelemahan
indeks dollar AS berhasil membawa sentimen penguatan di Asia hingga kemarin sore,
tetapi rupiah tidak mengikuti kenaikan tersebut.

Pelemahan rupiah terjadi saat harga minyak
Brent mulai naik tajam akibat rencana pemangkasan produksi minyak oleh OPEC.

Hari
ini menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia rupiah berpeluang berbalik menguat
melihat indeks dollar AS yang tertekan data ekonomi AS yang kurang memuaskan.

Harga
minyak yang berbalik turun juga berpeluang membantu membawa sentimen penguatan
rupiah pada hari ini. (jmb)

0 Comments

Leave a Comment

1 × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password