Ancaman Gelombang, Ratusan Nelayan Pasbar tak Berani Melaut

Pasaman Barat – Ratusan nelayan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat tidak bisa pergi melaut karena gelombang air laut yang tinggi disertai angin badai dan curah hujan tinggi. Kini seluruh penduduk di pinggir laut siaga penuh dengan ancaman bencana abrasi pantai dan banjir.

Wali Nagari Sasak, Pasbar, Arman ketika dikonfirmasi covesia, Rabu (26/11/2014) mengatakan nelayan tidak pergi melaut sejak Selasa (25/11/2014) karena curah hujan yang tinggi dan tidak ada berhentinya.Kemudian, badai disertai gelombang air laut tinggi sehingga para nelayan merasa takut. Sejak Selasa malam, tujuh jorong di Sasak siaga penuh dan membantu warga Maligi untuk mengungsi.

” Sasak saat ini siaga terhadap bencana alam karena ancaman banjir dan abrasi mulai mengancam” kata Arman.

Data yang dihimpun covesi menunjukkan, banjir di Jorong Maligi semakin meluas. Sekitar 80 kepala keluarga yang mengungsi sejak Selasa (25/11/2014) malam karena air sudah masuk kedalam rumahnya.

Nagari Sasak mempunyai penduduk 400 Kepala Keluarga sebagai nelayan, atau 60 persen dari jumlah penduduk. Ketinggian gelombang laut belum bisa diketahui, tapi melebihi hari-hari sebelumnya.

Kepala Jorong Maligi, Aljufri membenarkan warganya tidak melaut lagi. Nelayan saat ini banyak yang takut untuk kelaut. Akibatnya, ekknomi nelayan akan semakin parah, apalagi rumah mereka kini juga terendam banjir. (man/cal)

0 Comments

Leave a Comment

nineteen − 15 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password