Penjual Aplikasi Mata-mata Didenda Rp5 Miliar

Los Angeles – CEO perusahaan aplikasi InvoCode, Hammad Akbar, dinyatakan bersalah oleh Departemen Kehakiman AS karena terbukti memasarkan software mata-mata StealthGenie. Akibatnya, pria Denmark keturunan Pakistan itu diwajibkan membayar denda sekitar Rp5 miliar.

Dilansir NBCnews, pengadilan AS menjatuhkan hukuman tersebut lantaran pria 31 tahun tersebut dinilai telah melakukan konspirasi kejahatan dengan menyebarkan spyware ilegal, pada Selasa (25/11/2014).

Sebab, aplikasi besutannya itu mampu memonitor panggilan, teks, video dan data dari ponsel yang dijadikan target untuk dimata-matai. Aplikasi itu bisa diinstalkan di ponsel berbasis iOS, Android dan Blackberry.

“Spyware ilegal ini menyediakan pilihan untuk melacak setiap gerakan seseorang tanpa sepengetahuan mereka,” kata Agen FBI, Andrew McCabe.

Akbar ditangkap FBI pada September lalu, setelah menjual aplikasi tersebut kepada seorang agen yang menyamar.

Kasus ini pertama kali terjadi di AS, di mana pemerintah menuntut seseorang karena menjual teknologi mata-mata.

“Menjual software mata-mata bukan hanya patut dicela. Ini sebuah kejahatan,” tegas Wakil Jaksa Agung AS, Leslie Caldwell. (rio)

0 Comments

Leave a Comment

four × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password