Protes KPK, Akil dan Anas Tidak Boleh Dijenguk 1 Bulan

Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum termasuk tahanan KPK yang kerap mendapat sanksi. Keduanya baru saja kedapatan menyimpan handphone di penjara.

Lagi-lagi, Akil dan Anas kembali mendapat sanksi dari kepala Rumah Tahanan (rutan) KPK.

Akil dan Anas menyampaikan surat protes pada 11 November lalu. Dalam surat itu, kedua napi tersebut mempersoalkan ketatnya aturan di Rutan KPK. Hanya saja dalam surat protes tersebut tercantum kata-kata yang mengandung unsur penghinaan dan berniat menghalang-halangi petugas dalam menjalankan tugas.

“Karena ada unsur itulah, sesuai aturan Permenkum HAM masuk kategori pelanggaran berat,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, kepada awak media di Jakarta, Rabu (26/11/2014).

Atas sikapnya itu, kata Priharsa, Akil dan Anas disanksi dengan hukuman tidak boleh dijenguk selama satu bulan. “Terhitung mulai 12 November sampai 12 Desember 2014 sanksi itu diberlakukan,” katanya.

Bagi Akil ini adalah sanksi ketiga untuk dijalaninya. Selain membawa handphone ke penjara, Akil mendapatkan sanksi yang sama lantaran berseteru dengan tahanan lainnya, yakni mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin. Sedangkan bagi Anas, ini adalah sanksi yang kedua dijalaninya selama menjalani masa tahanan. (hat/lif)

0 Comments

Leave a Comment

thirteen − four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password