Malaysia Bantah Manusia Perahu Warga Negaranya

Balikpapan – Pemerintah Malaysia membantah para manusia perahu yang kini ditahan Imigrasi Indonesia di Pulau Derawan merupakan warga negaranya.

“Mereka memang seperti itu, bangsa pengembara dengan perahu. Kami menyebutnya orang palauh,” kata Senior Deputi Komisioner Polis Wilayah Sabah, Datuk Jaluddin dalam kunjungan ke Mapolda Kalimantan Timur di Balikpapan, Rabu (26/11/2014).

Palauh tersebut menjalani seluruh kehidupannya di atas perahu dan mengembara di laut. Mereka ada di perairan Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Manusia perahu itu diketahui beretnis Bajau yang berasal dari Suku Moro. Orang Moro sebagian besar tinggal di Filipina Selatan dan beragama Islam.

“Mereka hidup selalu berpindah-pindah di mana ada air. Bagi mereka, perahu itulah rumahnya. Tinggal di perahu, kawin, beranak pinak di perahu, mencari rezeki pun semua di air,” kata Datuk Jalaluddin.

Mereka kenal aturan batas wilayah kedaulatan negara. Tidak memiliki identitas yang diakui dunia internasional, sehingga kerap ditangkap Angkatan Laut atau Polisi Perairan.

Saat ini, Polda Kaltim sudah mengamankan 526 orang manusia perahu yang menurut hukum imigrasi Indonesia masuk secara tidak sah ke Indonesia. Untuk sementara mereka ditempatkan di Lapangan Bulalung, Kecamatan Pulau Derawan, Berau. (ant/rio)

0 Comments

Leave a Comment

14 − eleven =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password