2 Napi Edarkan Ganja dan Shabu di Penjara

Bukittinggi – Peredaran narkoba dari balik jeruji penjara kembali digagalkan oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Bukittinggi.

Dua orang penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bukittinggi, yakni SY (48) dan A (32), pada Kamis (27/11/2014) kemaren malam tertangkap tangan memiliki narkotika golongan kelas satu yakni ganja dan sabu oleh petugas lapas yang sedang piket.

Informasi yang didapatkan covesia dari Kaur Bin Ops Satuan Reserse Narkoba, Polres Bukittinggi, Ipda Roni pada Jum’at (28/11/2014), dari tersangka SY petugas Lapas menemukan barang bukti satu paket besar narkotika jenis ganja dan satu unit handphone merk Samsung berwarna hitam dibawah lantai tempat tidur tersangka dan dihadapan saksi tersangka mengakui barang bukti tersebut miliknya.

Sementara itu dari tersangka A setelah petugas lapas melakukan penggeledahan. Petugas Lapas menemukan narkotika jenis ganja yang terbungkus dengan plastik warna bening dan satu paket kecil narkotika jenis sabu didalam dompet coklat, berikut satu blok kertas veper dan satu buah handphone merk nokia warna hitam merah dibawah lantai tempat tidur tersangka.

Dikatakan juga oleh Roni, kedua tersangka sebelumnya juga merupakan pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika, SY sebelumnya warga binaan pindahan dari Lapas Pariaman lalu dipindahkan ke Lapas Bukittinggi, dan telah menjalani masa tahanan selama 4 tahun 8 bulan dari 10 tahun yang divonis oleh pengadilan.

“Sedangkan A juga pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika, telah menjalani masa tahanan selama 3 tahun dari 9 tahun sesuai vonis pengadilan, ” jelasnya.

Roni juga mengatakan, kasus kepemilikan narkotika jenis ganja dan sabu dari kedua tersangka ini terbilang unik, dari keterangan petugas lapas, kedua tersangka melakukan transaksi dengan pihak luar dengan menggunakan HP, dan proses untuk mendapatkan barang haram ini setelah transaksi deal dengan pengedar, BB Narkotika ini dilemparkan kedalam sel melalui dinding belakang Lapas.

“Saat ini kedua tersangka telah diamankan di Rumah Tahanan Polres Bukittinggi dan barang bukti diamankan untuk proses persidangan, mereka dikenakan pasal berlapis, termasuk penambahan masa hukuman karena sebelumnya juga tersangkut dengan kasus yang sama, “tuturnya.

Dalam Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 sambung Roni, tersangka SY diprasangkakan pasal 111 junto 114 lebih subsider pasal 144, sementara tersangka A pasal 111 Junto Pasal 114 Subsider 112 dan lebih subsider pasal 144 dengan ancaman kurungan 5 sampai 20 tahun ditambah penambahan masa tahanan sepertiga dari vonis pengadilan, pungkasnya. (jmb)

0 Comments

Leave a Comment

5 × 4 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password