Analis: Sulit Menebak Akhir “Drama” Partai Golkar

Semarang – Analis politik Universitas Diponegoro Semarang Budi Setiyono menilai akhir “drama” Partai Golkar yang saat ini tengah berdinamika sulit tertebak karena partai itu relatif cair.

“Golkar adalah partai yang cukup cair. Dalam artian, konstelasi kubu-kubu di tubuh Golkar tidak menampakkan suatu kelompok elite yang dominan. Berbeda dengan parpol lain,” katanya di Semarang, Jumat.

Budi yang juga penasihat politik tokoh oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi itu mencontohkan parpol di Indonesia biasanya menampakkan suatu kubu yang dominan dengan satu tokoh yang menjadi sentralnya. (Baca: Kisruh Golkar, Buntut Perbedaan Dalam Pilpres)

Ia mencontohkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan mendiang K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai tokoh sentral, Partai Amanat Nasional (PAN) dengan Amien Rais, demikian pula parpol-parpol lain.

“Namun, Golkar nampaknya parpol yang cukup egaliter. Kekuatan kubu-kubu yang saling berkonstelasi di tubuh Partai Golkar sekarang ini kan terlihat sangat berimbang,” kata pengajar FISIP Undip tersebut.

Meski menjadikan akhir drama yang sedang terjadi di Golkar sulit tertebak, kata dia, secara jujur harus diakui bahwa konstelasi yang terjadi di Golkar jauh lebih demokratis ketimbang parpol-parpol lain.

“Sebenarnya, dinamika yang terjadi di tubuh Golkar bisa dijadikan sebagai ‘role model’ (panutan) bagi parpol-parpol lain. Dalam melakukan pengelolaan sebagai organisasi parpol modern,” tukasnya. (ant/lif)

0 Comments

Leave a Comment

sixteen + 17 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password