Kembali Mencalonkan Diri, Inilah Perjalanan Politik Basuki Tjahaja Purnama Menuju DKI 1

Covesia.com – Gubernur patahana DKI Jakarta, Ir. Basuki Tjahaja Purnama , M.M atau yang lebih akrab dipanggil Hakka Ahok kembali akan berkompetisi dalam menuju kursi DKI 1 yang akan dihelat tahun 2017 yang akan datang.

Ahok yang lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966 silam ini dinilai berbagai pengamat sebagai figur terkuat untuk kembali memimpin Jakarta lima tahun berikutnya.

BasukiTjahja Purnama yang resmi menjabat Gubernur Jakarta pada 14 November 2014 menggantikan Joko Widodo, didukung relawan ‘temanAhok’ untuk maju dijalur independen dan berpasangan dengan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Jakarta, Heru Budi Hartono.

Sebelum menjabat Gubernur DKI, Basuki menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI dari 2012-2014 mendampingi Joko Widodo sebagai Gubernur. Sebelumnya Basuki merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Golkar namun mengundurkan diri pada 2012 setelah mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pemilukada 2012.

Disamping itu putra pertama dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsing (Boen Nen Tjauw) juga pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2006. Dan sekaligus mencatatkan diri sebagai etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur.

Suami dari Veronca Tan dan dikaruniai 3 orang putra-putri menghabiskan waktu pendidikanya hingga SMP di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Kemudian ia melanjutkan sekolahnya di Jakarta dan berhasil menamatkan ilmu di Universitas Trisakti dengan jurusan Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral.

Pada tahun 2004 Basuki terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai

ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Belitung Timur Tahun 2005, Basuki berpasangan dengan Khairul Effendi, B.Sc. dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) ikut sebagai calon Bupati-Wakil Bupati Belitung Timur periode 2005-2010.

Di pilkada Gubernur Bangka Belitung tahun 2007, Basuki mengambil bagian menjadi kandidat calon Gubernur. Presiden RI Ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung Basuki untuk menjadi Gubernur Bangka Belitung dan ikut berkampanye untuknya. Namun dalam pemilihan tersebut ia dikalahkan oleh rivalnya, Eko Maulana Ali.

Pada tahun 2009, Basuki mencalonkan diri dan terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bangka Belitung mewakili Partai Golongan Karya. Ia sukses meraup 119.232 suara dan duduk di Komisi II.

Basuki mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Joko Widodo dalam Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012. Pasangan Jokowi-Basuki mengalahkan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

Pada 14 November 2014, DPRD DKI Jakarta mengumumkan Basuki sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo yang telah menjadi Presiden Republik Indonesia.

(adi)

0 Comments

Leave a Comment

five − one =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password