Wartawan Kena Ancam Takut Pulang dan Tidur di Kantor Polisi

Padang Aro – Holy Adib, wartawan Harian Haluan Padang, yang terkena ancaman karena menulis berita kasus mesum di Solok Selatan (Solok Selatan), Sumatera Barat (Sumbar), sempat bermalam di kantor polisi (baca: Beritakan kasus Mesum Seorang Wartawan di Sumbar Kena Ancam).

Mengutip Antara dilansir covesia, Sabtu (29/11/2014), ia menceritakan, jika malam itu ia sedang makan dan tiba-tiba datang mobil dan dua orang langsung masuk ke dalam kamarnya.

“Sedangkan empat lagi menunggu di luar dan dua orang yang masuk mengunci pintu utamanya dan mengeluarkan kata-kata kasar,” jelasnya.

Mendapatkan ancaman tersebut, kata dia, ia merasa ketakutan dan malam itu juga ia pergi ke Mapolres Solok Selatan dan tidur di sana.

“Karena saking takutnya saya lansung lari ke Mapolres malam itu juga dan menginap di tempat penjagaan,” ujarnya.

Dia berharap pihak Kepolisian segera memproses kejadian ini dan mengamankan para pelaku pengancaman karena hingga saat ini korban masih trauma.

“Terus terang saya merasa takut ketika ada bunyi keras setelah kejadian itu dan merasa terancam dalam menjalankan tugas kewartawanan sehari-hari,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang wartawan media cetak yang bertugas di Kabupaten Solok Selatan, Sumbar mendapat ancaman dari sekelompok orang. Kasusnya sudah dilaprokan ke Polisi Resor (Polres) Solok Selatan (Solsel).

Polres Solsel akan memanggil saksi untuk didengarkan keterangannya terkait pengancaman oleh beberapa orang terhadap wartawan media cetak yang bertugas di daerah itu.

“Kami akan panggil saksi untuk didengarkan keterangannya selanjutnya baru dipanggil orang yang melakukan pengancaman tersebut,” kata Kapolres Solok Selatan, AKBP Ahmad Basahil melalui kasat reskrim AKP Rico Fernanda, di Padang Aro, mengutip antara dilansir covesia Sabtu (29/11/2014).

Kapolres menyebutkan, pelaku pengancaman berinitial YF bersama lima temannya mendatangi rumah korban sekitar pukul 22.30 WIB dan menyeruh wartawan tersebut mengklarifikasi beritanya dan jika ia tidak mau maka pelaku mengancam akan mencarinya kembali. Mendapatkan ancaman tersebut, katanya, korban merasa ketakutan dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi pada Kamis.

Korban diancam oleh pelaku terkait pemberitaan pada Selasa (25/11/2014) mengenai kasus penangkapan dua laki-laki dan seorang perempuan yang diduga berbuat mesum di Jorong Sungai Padi Selatan Nagari Lubuak Gadang Kecamatan Sangir. (ant/cal)

0 Comments

Leave a Comment

2 × 2 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password