Gelombang masih Tinggi, Nelayan di Pasbar Melaut Lagi

Pasaman Barat – Setelah sempat tak melaut selama hampir sepekan, akibat gelombang laut yang tinggi dan badai, kini ratusan nelayan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), kembali melaut.

Pantauan covesia, Sabtu (29/11/2014) di laut Sasak menunjukkan meskipun gelombang laut masih cukup tinggi dari biasanya, namun nelayan sudah mulai turun ke laut. Nelayan terpaksa melaut, karena persediaan keuangan sudah mulai menipis setelah satu minggu tidak melaut. Kalau tetap tidak melaut maka, ekonomi nelayan akan terancam.

Walinagari Sasak, Kabupaten Pasaman Barat, Arman ketika dikonfirmasi covesia, Sabtu, membenarkan warganya sudah pergi melaut hari ini. Gelombang laut diperkirakan tidak membahayakan lagi.

“Meskipun, belum normal seperti biasanya, namun gelombang laut dan badai sudah tidak membahayakan lagi, makanya para nelayan sudah turun ke laut untuk mencari nafkah,” kata Arman.

Sementara itu, sekitar 50 unit rumah nelayan di Jorong Maligi masih terendam banjir dan lumpur. Para korban banjir masih mengungsi di rumah famili mereka saat ini. Banjir sudah seminggu merendam rumah para nelayan Maligi. Mereka sangat berharap bantuan dari pemerintah daerah.

Data covesia menunjukkan, sebanyak 1.534 unit rumah penduduk di Kabupaten Pasbar terendam air. Banjir tersebut terjadi di 7 kejorongan dalam empat kecamatan di kabupetan itu. Sementara penduduk Pasaman Barat yang menjadi korban akibat musibah banjir diperkirakan mencapai 6.076 jiwa. (man/bim)

0 Comments

Leave a Comment

8 − four =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password