Diduga Stres Kolam Ikannya Dihantam Banjir, Pemilik Tewas Gantung Diri

Pasaman – Diduga karena stres setelah kolam ikan yang dimilikinya musnah dihantam banjir, Ishak (35), warga Sungai Pimping, Jorong Padang Gelugur, Kabupaten Pasaman ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Kapolsek Panti, Pasaman, Iptu. Syaeful Zubir, SH, MH ketika dikonfirmasi covesia, Minggu (30/11/2014) membenarkan peristiwa gantung diri tersebut. Menurut Kapolsek, Ishak mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di pondok kolam ikan Sparuddin yang terletak di Sungai Pimpin.

“Faktor penyebab korban melakukan aksi gantung diri, diduga karena korban mengalami depresi berat (stres) setelah kolam ikan yang dimilikinya musnah akibat dilanda banjir. Korban pun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan sehelai kain kain sarung warna kotak-kotak,” kata Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, polisi sudah memintai keterangan kepada saksi bernama Dasri (41), warga Sungai Pimping, Jorong Makmur, Nagari Padang Gelugur dan juga saksi Panusunan (38) dengan alamat yang sama.

Dari keterangan para saksi, korban Ishak diperkirakan melakukan aksi gantung diri pada hari Sabtu (29/11/2014) sekitar pukul 12.00 WIB.

Data yang dihimpun covesia menyebutkan, untuk mengelola kolam ikan yang cukup luas, korban menghabiskan 220 karung pakan ikan dengan nilai investasi mencapai ratusan juta rupiah.

Ishak meninggalkan seorang istri Leli (30) dan tiga orang anaknya yang masih kecil, dua orang di antara anak-anak korban masih berstatus sebagai pelajar sekolah dasar.

“Pihak kepolisian langsung turun ke lokasi kejadian ketika mendapat informasi. Di lokasi, polisi bersama dokter dari puskesmas setempat melakukan identifikasi dan outopsi oleh dokter. Tidak ada ditemukan bekas tindak kekerasan, diduga korban gantung diri,” kata Kapolsek Panti. (man/bim)

0 Comments

Leave a Comment

20 − 7 =

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password